Skripsi
Peningkatan keterampilan berbicara dengan menggunakan mistery box di kelas IV SDN Talun 02 Kecamatan Talun Kabupaten Blitar / Arina Fatikhatul Hikmah
Abstrak
Hikmah Arina Fatikhatul. 2014. Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Model Mistery Box Pada Siswa Kelas IV SDN Talun 02 Kabupaten Blitar. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sutansi M.Pd (II) Prof. Dr. M. H. Zaenuddin M. Pd. Kata kunci keterampilan berbicara model mistery box Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas V SDN Talun 02 ditemukan beberapa permasalahan antara lain (1) pembelajaran masih berpusat pada guru sehingga sehingga siswa tidak dapat berperan aktif (2) siswa kurang dilatih untuk menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar pada saat pembelajaran berlangsung dan (3) guru belum menggunakan model pembelajaran yang menarik sehingga siswa cepat merasa bosan. Hasil belajar siswa pada tahap pratindakan belum mencapai ketuntasan yang ditentukan secara klasikal sebesar 80%. Tujuan penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan penerapan model Mistery Box dalam upaya meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV di SDN Talun 02 Kabupaten Blitar (2) penerapan model Mistery Box dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV di SDN Talun 02 Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus memiliki tahapan-tahapan yaitu (1) perencanaan (2) pelaksanaan (3) observasi dan (4) refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi tes dokumentasi dan catatan lapangan. Instrumen penilaian yang digunakan berupa pedoman observasi dan soal. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran berbicara menggunakan model mistery box dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV SDN Talun 02 Kabupaten Blitar. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata nilai pada pratindakan adalah 52 siklus I adalah 63 dan siklus II adalah 79 5. Ketuntasan belajar secara klasikal pada pratindakan sebesar 33% pada siklus I sebesar 43% dan pada siklus II mencapai 90%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbicara dengan model mistery box dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV SDN Talun 02 Kabupaten Blitar. Oleh karena itu disarankan untuk menerapkan model mistery box dalam menyampaikan pembelajaran berbicara. Berdasarkan kesimpulan di atas maka saran yang dapat diberikan yaitu Penggunaan model pembelajaran yang variatif hendaknya digunakan sampai peneliti bebar-benar terjun langsung ke sekolah. Selain itu Guru hendaknya senantiasa menggunakan model pembelajaran serta media pembelajaran yang selalu baru sehingga siswa tidak mudah bosan dengan materi pembelajaran seperti model mistery box.