Skripsi
Penerapan permainan congklak susun huruf untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun di BA Brawijaya Yasri Malang / Auliya Kartika Handayani
Abstrak
Handayani Auliya Kartika. 2014. Penerapan Permainan Congklak Susun Huruf untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Usia 5-6 Tahun di BA Brawijaya Yasri Malang. Skripsi Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. I Wayan Sutama M.Pd (II) Drs. Abdul Huda M.Pd. Kata Kunci kemampuan berbahasa permainan congklak susun huruf Kemampuan anak kelompok B dalam mengikuti aturan permainan menyebutkan simbol-simbol huruf dan menyusun huruf menjadi kata belum optimal. Dari hasil observasi pada anak usia 5-6 tahun (Kelompok B) BA Brawijaya Yasri Malang ditemukan bahwa dari 12 anak terdapat 10 anak yang belum dapat mengenal konsep huruf dengan baik. Hal ini disebabkan karena media pembelajaran yang digunakan guru kurang menarik perhatian anak. Maka dari itu peneliti mencoba membuat permainan yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak yaitu permainan Congklak Susun Huruf. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah penerapan Permainan Congklak Susun Huruf untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak kelompok B di BA Brawijaya Yasri Malang 2) Bagaimanakah peningkatan kemampuan berbahasa anak kelompok B BA Brawijaya Yasri Malang setelah diterapkan Permainan Congklak Susun Huruf . Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) Model Kemis MC. Taggart dalam 2 siklus. Tiap siklus meliputi perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi. Subyek penelitian anak kelompok B2 BA Brawijaya Yasri Malang yang berjumlah 12 anak. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman observasi dan pedoman wawancara. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa 1) Penerapan permainan Congklak Susun Huruf pada siklus I dengan bermain berkelompok tiga anak kurang efektif kemudian dilakukan perbaikan pada siklus II yaitu dengan menggunakan aturan permainan yang baru satu lawan satu membuat anak lebih konsentrasi untuk bermain dan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa. Anak mendapat pengalaman langsung dalam mengikuti aturan permainan menyebutkan simbol-simbol huruf dan menyusun huruf menjadi kata. 2) Kemampuan mengikuti aturan permainan menyebutkan simbol-simbol huruf dan menyusun huruf menjadi kata anak kelompok B2 BA Brawijaya Yasri Malang mengalami peningkatan sebesar 38%. Saran yang dikemukakan peneliti adalah diharapkan guru dapat menerapkan permainan Congklak Susun Huruf sebagai media pengenalan huruf. Selain itu guru diharapkan dapat memperbaiki alat permainan sehingga lebih efektif dan efisien untuk digunakan anak. Karena dengan menerapkan permainan Congklak Susun Huruf anak dapat lebih optimal menyusun huruf menjadi kata.