Skripsi
Peningkatan kemampuan kognitif anak melalui metode eksperimen di PAUD Arrohman Kanigoro Kabupaten Blitar / Ummi Sururin
Abstrak
Sururin Ummi. 2014. Peningkatan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Metode Eksperimen di PAUD Arrohman Kanigoro Kabupaten Blitar. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Ahmad Samawi M. Hum (II) Dra. Lilik Bintartik M. Pd Kata Kunci Kemampuan Kognitif Metode Eksperimen. Pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan kognitif pada anak usia 5-6 tahun di PAUD Arrohman Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar kurang optimal. Hanya 20% anak yang kemampuannya berkembang sesuai harapan. Ditemukan beberapa masalah yang menjadi penyebabnya yaitu media dan metode yang digunakan oleh guru kurang menarik bagi anak. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok usia 5-6 tahun (2) Apakah penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun di PAUD Arrohman Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan metode pengumpulan data observasi.. Penelitian dilakukan sebanyak dua siklus masing-masing terdiri dari (1) perencanaan (2) pelaksanaan (3) pengamatan dan (4) refleksi. Alat pengumpul data berupa lembar penilaian aktivitas anak dan lembar penilaian kemampuan kognitif anak. Hasil penelitian menunjukkan Metode Eksperimen diterapkan dengan sangat baik adapun langkah-langkahnya sebagai berikut. Anak mendengarkan penjelasan guru tentang pembuatan es tanpa freezer kemudian anak bersama guru melakukan kegiatan membuat es tanpa freezer. Kegiatan diakhiri dengan tanya jawab. Peningkatan kemampuan kognitif pada pratindakan mencapai rata-rata 30. Angka rata-rata ini menunjukkan taraf keberhasilan anak belum berkembang dan persentase ketuntasan 20% dengan kategori kurang baik siklus I mencapai rata-rata 55 1 menunjukkan keberhasilan mulai berkembang dan persentase ketuntasan 46 6 % dengan kategori kurang baik siklus II mencapai rata-rata 76 1 menunjukkan taraf keberhasilan anak berkembang sesuai harapan dan persentase ketuntasan 93% dengan kategori sangat baik. Disimpulkan bahwa (1) Metode Eksperimen dapat diterapkan dengan sangat baik dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak rata-rata sangat baik juga (2) Pada kegiatan ini anak sangat antusias dan bersemangat ingin mencobanya karena menggunakan media yang sudah dikenal anak tetapi jarang digunakan. Saran yang dikemukakan yaitu hendaknya guru menggunakan metode eksperimen untuk meningkatkan kemampuan kognitif.