Disertasi
Faktor non-kognitif yang berpengaruh terhadap prestasi akademik siswa berprestasi tinggi (high-achieved) di SMP dan MTs Kota Kediri / Sri Panca Setyawati
Abstrak
Setyawati Sri Panca 2014. Faktor Non-Kognitif yang Berpengaruh terhadap Prestasi Akademik Siswa Berprestasi (High-Achiever) di SMP dan MTs Kota Kediri. Disertasi Program Studi Bimbingan dan Konseling Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Marthen Pali M. Psi (II) Dr. Dany M. Handarini M.A. (III) Dr. Triyono M.Pd. Kata kunci faktor non-kognitif karakter keterikatan akademik pendekatan belajar siswa berprestasi tinggi (high-achiever). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya ketidak-sesuaian antara potensi akademik yang dimiliki siswa dengan prestasi akademik yang dicapai. Ditemukan banyak siswa yang memiliki potensi akademik tinggi tetapi prestasi akademik yang dicapai rendah sebaliknya ditemukan juga siswa yang memiliki potensi akademik biasa/rata-rata memiliki prestasi akademik tinggi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa untuk mencapai prestasi akademik tinggi tidak cukup hanya dengan faktor kognitif ada faktor lain yang berperan yaitu faktor non-kognitif tetapi selama ini kurang mendapatkan perhatian dari sekolah khususnya konselor sekolah atau guru Bimbingan dan Konseling dan guru. Faktor non-kognitif yang dimaksud dalam penelitian ini meliputi karakter keterikatan akademik dan pendekatan belajar. Permasalahan yang diteliti adalah (1) bagaimana pengaruh faktor non-kognitif yang mencakup karakter keterikatan akademik dan pendekatan belajar terhadap prestasi akademik siswa berprestasi tinggi (high-achiever) (2) bagaimana pengaruh antar konstruk (karakter keterikatan akademik pendekatan belajar dan prestasi akademik) yang dibangun dalam model tersebut Penelitian ini termasuk dalam penelitian Causal Relationship Explanatory Study dengan rancangan non-eksperimen. Pengumpulan data karakter keterikatan akademik dan pendekatan belajar dilakukan dengan menggunakan instrumen inventori. Ketiga inventori memiliki unidimensionalitas konstruk yang baik (GFI lebih besar dari nilai kritis 0 90). Nilai alpha Cronbach untuk inventori karakter (0 856) keterikatan akademik (0 890) dan pendekatan belajar (0 699) berarti semua inventori reliabel karena nilai alpha Cronbach yang dimiliki 0 60. Data prestasi akademik diperoleh dari dokumen sekolah. Sampel penelitian sebesar 250 siswa berprestasi tinggi (rangking 1-10 di kelas) yang memiliki skor tes potensi akademik 120 dan diambil dengan tehnik quota simple random sampling dengan cara undian. Analisis data yang digunakan adalah analisis SEM dengan software Lisrel versi 8.8. Hasil analisis data menunjukkan bahwa model struktural telah layak (nilai X2 nilai kritis GFI 0 96 nilai kritis 0 90). Pengaruh karakter terhadap keterikatan akademik maupun pendekatan belajar menunjukkan signifikan pengaruh karakter terhadap prestasi akademik tidak signifikan pengaruh keterikatan akademik dan pendekatan belajar terhadap prestasi akademik menunjukkan signifikan. Temuan dari penelitian ini adalah (1) model teoritik faktor non-kognitif yang berpengaruh terhadap prestasi akademik siswa berprestasi (high-achiever) mendapat dukungan empiris (fit layak) (2) karakter mempengaruhi keterikatan akademik dan pendekatan belajar (3) karakter mempengaruhi prestasi akademik secara tidak langsung melalui keterikatan akademik dan pendekatan belajar dan (4) keterikatan akademik dan pendekatan belajar mempengaruhi prestasi akademik. Berdasar pada temuan tersebut disarankan kepada (1) penentu kebijakan untuk mengawal pelaksanaan pembelajaran yang mendidik khususnya pendidikan karakter melalui proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru (2) konselor atau Guru Bimbingan dan Konseling untuk mengintensifkan program layanan Bimbingan dan Konseling yang bersifat pengembangan faktor non-kognitif siswa terkait dengan prestasi akademik dengan berbasis hasil penelitian sebagai wujud upaya meningkatkan prestasi akademik siswa khususnya pengembangan karakter keterikatan akademik dan pendekatan belajar (3) guru untuk menyelenggarakan pembelajaran berorientasi pada instructional effect dan nurturent effect/pembelajaran yang mendidik dan (4) peneliti lanjut untuk melakukan penelitian terhadap faktor non-kognitif yang lain dan meneliti tentang intervensi yang efektif untuk mengembangkan faktor non-kognitif terkait dengan upaya meningkatkan prestasi akademik siswa