Skripsi
Analisis keberadaan sentra industri tepung tapioka dalam penyerapan tenaga kerja (studi kasus di Desa Pogalan Kecataman Pogalan Kabupaten Trenggalek) / Helmi Mirza Maulana
Abstrak
. Analisis Keberadaan Sentra Industri Tepung Tapioka dalam Penyerapan Tenaga Kerja (Studi Kasus di Desa Pogalan Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek). Skripsi Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Prih Hardinto M.Si. (II) Grisvia Agustin S.E. M.Sc. Kata Kunci industri tepung tapioka produksi penyerapan tenaga kerja. Industri tepung tapioka di Desa Pogalan mulai muncul tahun 1974. Banyaknya masyarakat yang menanam tumbuhan ubi kayu di wilayah Desa Pogalan merupakan awal mula masyarakat Desa Pogalan mulai mengolah ubi kayu menjadi tepung tapioka dengan membuat unit-unit industri pengolahan tepung tapioka. Unit-unit usaha industri pengolahan tepung tapioka yang membentuk suatu pengelompokan kawasan produksi tersebut membentuk sebuah sentra industri tepung tapioka. Adanya penurunan jumlah unit-unit industri pengolahan tepung tapioka di sentra industri tepung tapioka Desa Pogalan merupakan alasan utama penelitian ini dilakukan sehingga dapat diketahui faktor penghambat kemajuan faktor pendorong dan pendukung para pelaku usaha mempertahankan usaha serta untuk mengetahui peran sentra industri tepung tapioka terhadap penyerapan tenaga kerja di Desa Pogalan. Penelitian ini dilaksanakan di sentra industri tepung tapioka Desa Pogalan Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek selama sekitar satu bulan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi dan studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari beberapa wawancara yang dilakukan kepada para pelaku usaha industri pengolahan tepung tapioka kepala bidang industri Diskoperindagtamben Kabupaten Trenggalek dan sekretaris Desa Pogalan. Data sekunder diperoleh dari arsip data-data Desa Pogalan dan Diskoperindagtamben Kabupaten Trenggalek. Berdasarkan tiga permasalahan yang dianalisis dapat ditarik kesimpulan diantaranya (1) Permasalahan limbah harga dan pasokan bahan baku yang fluktuatif dan keengganan para pelaku usaha untuk mengembangkan usaha adalah faktor penghambat kemajuan industri tepung tapioka di Desa Pogalan. (2) Faktor pendorong para pelaku usaha mempertahankan usaha adalah adanya pelanggan tetap bidang keterampilan kerja yang dikuasai sumber penghasilan utama dan kemudahan mencari tenaga kerja yang berpengalaman sedangkan faktor pendukung para pelaku usaha mempertahankan usaha adalah adanya bantuan penyelesaian limbah dari pemerintah dibentuknya kelompok limbah dan kelompok koperasi oleh Diskoperindagtamben dan dukungan akses permodalan dari bank BRI. (3) Peran keberadaan sentra industri tepung tapioka dalam penyerapan tenaga kerja di Desa Pogalan cukup bagus. Untuk unit-unit usaha industri pengolahan tepung tapioka skala sedang rata-rata mampu menyerap 20 orang tenaga kerja sedangkan unit-unit usaha industri pengolahan tepung tapioka skala kecil rata-rata mampu menyerap 10 orang tenaga kerja.