Skripsi
Profil kesalahan dalam menyelesaikan operasi hitung bilnagan kuadrat pada siswa kelas V SD Gugus 03 Kecamatan Candi / Fithriyah Mulyasari
Abstrak
Mulyasari Fithriyah. 2014. Profil Kesalahan Dalam Menyelesaikan Operasi Hitung Bilangan Kuadrat Pada Siswa Kelas V SD Gugus 03 Kecamatan Candi. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Goenawan Roebyanto M.Pd (II) Dra. Endang Setyo Winarni S.Pd M.Pd. Kata Kunci profil kesalahan menyelesaikan operasi hitung bilangan kuadrat. Materi operasi hitung bilangan kuadrat menjadi fokus dalam penelitian ini. Hal ini berdasarkan studi pendahuluan pada tanggal 26 Agustus 2013 di kelas VC SDN Gelam II Kecamatan Candi ditemukan banyak kesalahan yang dilakukan siswa ketika mengerjakan soal operasi hitung bilangan kuadrat. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui lebih dalam tentang pemahaman siswa terhadap materi operasi hitung bilangan kuadrat. Masalah pokok yang diteliti dalam penelitian ini yaitu kesalahan siswa dalam mengerjakan soal operasi hitung bilangan kuadrat dan akar kuadrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal operasi hitung bilangan kuadrat. Subyek dalam penelitian ini siswa kelas V Gugus 03 UPTD Pendidikan Dasar Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Populasinya 440 siswa dengan sampel sebanyak 168 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitiannya deskriptif. Data kesalahan siswa diperoleh dari hasil tes tertulis. Penyajian hasil analisis deskriptif pada penelitian ini berupa tabulasi data yang berisi frekuensi dan persentase. Melalui hasil penyajian ini dapat diketahui persentase banyaknya sampel yang dapat mengerjakan soal dengan benar dan banyak sampel yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal operasi hitung bilangan kuadrat. Analisis data berupa persentase dengan menggunakan rumus dengan P persentase sampel yang melakukan kesalahan s banyak sampel yang melakukan kesalahan dan N total sampel. Jawaban siswa yang salah diidentifikasi ke dalam jenis kesalahan. Setelah itu secara random beberapa siswa diwawancarai. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan jawaban siswa yang beranekaragam dengan berbagai jenis kesalahan yang berbeda. Berdasarkan temuan tersebut dilakukan analisis data identifikasi kesalahan dan wawancara terhadap siswa. Berdasarkan hasil analisis data dan wawancara dapat disimpulkan bahwa Kesalahan siswa kelas V Sekolah Dasar dalam menyelesaikan soal operasi hitung bilangan kuadrat meliputi kesalahan konseptual kesalahan prosedural kesalahan perhitungan dan kesalahan acak. (1) Kesalahan konseptual meliputi kesalahan dalam memahami konsep bilangan kuadrat dilakukan oleh 108 siswa (64 29%) kesalahan dalam memahami konsep akar kuadrat sebanyak 43 siswa (25 6%) serta kesalahan karena tidak memahami konsep tentang operasi hitung pada bilangan kuadrat dan akar kuadrat 41 siswa (37 96%) (2) kesalahan prosedural meliputi kesalahan dalam melakukan proses pengerjaan ketidak sesuaian langkah-langkah dalam menghitung kuadrat suatu bilangan dilakukan oleh 43 siswa (25 6%) kesalahan dalam melakukan penarikan akar kuadrat dengan cara bersusun dilakukan oleh 58 siswa (34 52%) kesalahan dalam melakukan penarikan akar kuadrat faktorisasi prima dilakukan oleh 102 siswa (60 71%) serta kesalahan langkah dalam melakukan operasi hitung bilangan kuadrat dan akar kuadrat dilakukan oleh 119 siswa (70 83%) (3) kesalahan perhitungan meliputi kesalahan siswa dalam perhitungan akhir (hasil hitung yang dilakukan siswa tidak tepat) dilakukan oleh 117 dari 168 siswa yang mengikuti tes (69 64%) (4) kesalahan acak meliputi kesalahan siswa dalam menjawab soal hanya menuliskan hasil akhir yang kurang tepat tanpa disertai alasan dan cara penyelesaian dilakukan oleh 41 dari 168 siswa yang mengikuti tes (37 96%). Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan (1) agar siswa lebih menguasai pemahaman tentang operasi hitung bilangan kuadrat dan akar kuadrat guru disarankan menggunakan media dan metode pembelajaran matematika yang menarik (2) guru disarankan membimbing siswa dalam menemukan langkah-langkah penyelesaian penarikan akar kuadrat tidak hanya dengan satu cara melainkan mengajarkan beberapa cara yaitu cara bersusun perkiraan dan faktorisasi prima (3) bagi peneliti lain diharapkan dapat mengembangkan penelitian tentang analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal operasi hitung bilangan kuadrat dan akar kuadrat. Hasil penelitian ini bisa ditindak lanjuti untuk penelitian berikutnya sebagai pengembangan pembelajaran matematika contohnya langkah mengatasi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal operasi hitung bilangan kuadrat dan akar kuadrat