Skripsi
Peningkatan kemampuan kognitif anak usia 3-4 tahun melalui permainan puzzle di PAUD PKK Permata Tumpakkepuh Kabupaten Blitar / Riasih
Abstrak
Riasih. 2014. Peningkatan Kemampuan Kognitif Anak Usia 3-4 Tahun Melalui Permainan Puzzle di PAUD PKK Permata Tumpakkepuh Kabupaten Blitar. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Tomas Iriyanto S.Pd. M.Pd. (II) Drs. H. Hadi Mustofa M.Pd. Kata Kunci kemampuan kognitif permainan puzzle Berdasarkan observasi pembelajaran di PAUD PKK Permata Tumpakkepuh Kabupaten Blitar ditemukan beberapa masalah yang menjadi penyebabnya yaitu penggunaan media pembelajaran yang kurang bervariasi dan tidak sesuai dengan tema sehingga pembelajaran anak kurang optimal dan membosankan pembelajaran berpusat pada guru metode pembelajaran yang dilakukan guru masih secara klasikal pembelajaran tampak begitu serius dalam pembelajaran suasana bermainnya sangat kurang sehingga anak merasa bosan. Rumusan masalah dari penelitian ini sebagai berikut (1) Bagaimanakah penerapan permainan puzzle dapat meningkatan kemampuan kognitif anak usia 3-4 tahun di PAUD PKK Permata Tumpakkepuh Kabupaten Blitar (2) Apakah penerapan permainan puzzle dapat meningkatan kemampuan kognitif anak usia 3-4 tahun di PAUD PKK Permata Tumpakkepuh Kabupaten Blitar Penelitian menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Pada setiap siklus meliputi perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi. Subjek penelitian yaitu anak usia 3-4 tahun di PAUD PKK Permata Tumpakkepuh Kabupaten Blitar sebanyak 16 anak. Instrument penelitian yang digunakan adalah pedoman observasi dan dilengkapi dengan dokumentasi foto Analisis data penelitian yang dipakai adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian peningkatan kemampuan kognitif pada pratindakan mencapai persentase ketuntasan 37 5% dari 6 anak yang mampu dan 10 anak belum mampu siklus I aktivitas guru mencapai rata-rata 100% dengan kualifikasi sangat baik aktivitas anak mencapai 62% dengan kualifikasi cukup kemampuan kognitif mencapai rata-rata 59% dengan kualifikasi cukup. Pada siklus II aktivitas guru mencapai rata-rata 100% dengan kualifikasi sangat baik aktivitas anak mencapai 87 5% dengan kualifikasi baik dan kemampuan kognitif mencapai 87 5% dengan kualifikasi baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan kegiatan permainan puzzle dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak sehingga disarankan (1) bagi peneliti selanjutnya kegiatan permainan puzzle dapat digunakan untuk meneliti dan meningkatkan aspek perkembangan yang lain (2) bagi guru hasil penelitian dapat dijadikan referensi dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak (3) bagi kepala sekolah disarankan untuk mensosialisasikan pengembangan metode belajar salah satunya melalui permainan puzzle di PAUD yang dipimpinnya dalam peningkatan kemampuan kognitif anak usia dini dalam hal memecahkan masalah sederhana