Skripsi
Peningkatan keterampilan menyimak pemahaman melalui pemanfaatan media boneka tongkat pada siswa kelas II SDI Nurul Izzah Malang / Nafi Isbadrianingtyas
Abstrak
Isbadrianingtyas Nafi. 2014. Peningkatan Keterampilan Menyimak Pemahaman melalui Pemanfaatan Media Boneka Tongkat pada Siswa Kelas II SDI Nurul Izzah Malang. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Muchtar S.Pd. M.Si (II) Drs. Achmad Badawi S.Pd. M.Pd Kata Kunci Peningkatan Keterampilan Menyimak Pemahaman Media Boneka Tongkat. Dari hasil refleksi awal yang telah dilakukan peneliti pada kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia dengan materi menyimak dongeng kelas II SDI Nurul Izzah Malang ditemukan beberapa masalah diantaranya pada saat pembelajaran dari pukul 10.00 11.00 WIB guru hanya membacakan dongeng secara lisan. Artinya guru sama sekali tidak menggunakan media. Pada saat membacakan dongeng banyak sikap siswa yang kurang perhatian saat menyimak. Sikap tersebut diantaranya tidak mendengarkan cerita yang disampaikan guru mengganggu teman saat menyimak melamun berbicara dengan teman di belakangnya. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti memilih media yang tepat untuk meningkatkan keterampilan menyimak pemahaman siswa yaitu dengan menggunakan media boneka tongkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1)pelaksanaan kegiatan pembelajaran menyimak pemahaman dengan memanfaatkan media boneka tongkat pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas II SDI Nurul Izzah Malang (2) penerapan pembelajaran dengan memanfaatkan media boneka tongkat pada mata pelajaran bahasa Indonesia dapat meningkatkan keterampilan menyimak pemahaman di kelas II SDI Nurul Izzah Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang membentuk suatu siklus artinya bila siklus I belum berhasil maka perlu diadakan siklus II. Model siklus PTK yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model Spiral yang terdiri dari perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di kelas II SDI Nurul Izzah Malang dengan jumlah 36siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar pada siklus I pertemuan 1 sebesar 72 69% yang artinya ketika mengerjakan soal evaluasi dengan jenis tes esai (uraian) siswa mampu menyebutkan tokoh tempat kejadian dan peristiwa yang terjaditetapi kurang mampu menyebutkan sifat tokoh dan menjelaskan nilai moral dalam dongeng. Pada siklus I pertemuan 2 nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 79 25% yang artinya siswa mampu menyebutkan tokoh tempat kejadian peristiwa yang terjadidan menjelaskan nilai moral tetapi kurang mampu menyebutkan sifat tokohdalam dongeng. Hal ini dapat diketahui bahwa dari pertemuan 1 ke pertemuan 2 mengalami peningkatan 6 56% yaitu beberapa siswa mengalami peningkatan dengan menyebutkan tokoh sifat tokoh tempat kejadian peristiwa yang terjadi dan menjelaskan nilai moral dalam dongeng. Kelemahan pada siklus I siswa kurang memahami dengan dongeng yang diceritakan guru. Hal itu disebabkan karena guru kurang menguasai cerita. Ketika menginterpretasi siswa kurang bisa menceritakan kembali dengan bahasa mereka sendiri. Perbaikan pada siklus II yaitu menyederhanakan bahasa isi cerita guru menguasai isi cerita yang disampaikan. Nilai rata-rata hasil belajar pada siklus II pertemuan 1 sebesar 80 73% yang artinya ketika mengerjakan soal evaluasi dengan jenis tes esai (uraian) siswa mampu menyebutkan tokoh sifat tokoh tempat kejadian peristiwa yang terjadi dan menjelaskan nilai moral dalam dongeng. Pada siklus II pertemuan 2 nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 83 23% yang artinya hampir seluruh siswa mampu mengerjakan soal evaluasi dengan menyebutkan tokoh sifat tokoh tempat kejadian peristiwa yang terjadi dan menjelaskan nilai moral dalam dongeng. Hal ini dapat diketahui bahwa dari pertemuan 1 ke pertemuan 2 mengalami peningkatan 2 50% yaitu beberapa siswa mengalami peningkatan mampu menyebutkan tokoh sifat tokoh tempat kejadian peristiwa yang terjadi dan menjelaskan nilai moral dalam dongeng. Meskipun tidak mencapai 100% namun bagi peneliti ini sudah sangat memuaskan. Dari hasil perbandingan siklus I dan Siklus II di peroleh peningkatan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pembelajaranbahasa Indonesia dengan materi menyimak dongeng di kelas II SDI Nurul Izzah Malang dapat meningkatkanketerampilanmenyimak yaitu mencapai 81 88%yang artinya hampir seluruh siswa mampu mengerjakan soal evaluasi dengan menyebutkan tokoh sifat tokoh tempat kejadian peristiwa yang terjadi dan menjelaskan nilai moral dalam dongeng.