Tesis
The effect of using the honey comb challenge multimedia game courseware on young learners\' speaking ability / Ridhia Rizki Anugraini
Abstrak
Anugraini Ridhia Rizki. 2014. Pengaruh Penggunaan dari Piranti Lunak Permainan Multimedia The Honey Comb Challenge pada Kemampuan Berbicara Anak-anak. Tesis Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Program Pascasarjana di Universitas Negeri Malang. Para Pembimbing (I) Prof. Bambang Yudi Cahyono M.Pd. M.A. Ph.D. (II) Dr. Mirjam Anugerahwati M.A. Kata kunci Piranti lunak permainan multimedia The Honey Comb Challenge multimedia kemampuan berbicara pada anak-anak. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa pengaruh penggunaan piranti lunak permainan multimedia The Honey Comb Challenge secara mendalam yang ditujukan untuk mengetahui apakah saat ini piranti lunak tersebut memberikan hasil yang sesuai dengan kemampuan berbicara para siswa atau tidak. Jika data yang didapatkan menunjukkan bahwa piranti lunak tersebut bisa membantu para siswa kelas empat untuk menjawab berbagai pertanyaan berdasarkan gambar-gambar yang berkaitan dengan kata keterangan tempat secara signifikan maka hal itu akan mengkonfirmasi hasil penelitian sebelumnya bahwa piranti lunak tersebut merupakan sebuah media yang bagus dan sesuai untuk membuat kemampuan berbicara para siswa kelas empat menjadi lebih baik. Tetapi jika data yang didapatkan menunjukkan bahwa piranti lunak tersebut tidak bisa membantu para siswa kelas empat untuk mampu menjawab berbagai pertanyaan mengenai keterangan tempat secara signifikan maka penelitian lebih jauh perlu dilakukan. Oleh karena itu di dalam penelitian ini peneliti menguji pengaruh penggunaan piranti lunak permainan multimedia The Honey Comb Challenge pada kemampuan berbicara anak-anak yang berkaitan dengan keterangan tempat dibandingkan dengan media konvensional seperti buku Bahasa Inggris dan Lembar Kerja Siswa (dimodifikasi menjadi kartu) untuk subjek yang berbeda namun memiliki karakteristik yang sama. Penelitian ini menerapkan desain kuasi eksperimen dimana kelompok eksperimen sudah ditetapkan sebelum penelitian dilakukan yang berarti bahwa tidak ada kemungkinan bagi peneliti untuk menetapkan subjek-subjek penelitian kedalam kelompok eksperimen secara acak. Jenis desain yang diaplikasikan di dalam penelitian ini merupakan desain yang digunakan pada suatu kasus dimana berbagai situasi di sekolah jadwal maupun kelas tidak bisa diinterupsi atau ditata ulang untuk melakukan penelitian (Ary Jacobs et al. 2006). Selain itu penelitian ini dilakukan di SDN Purwantoro II Malang dan dilangsungkan selama tiga pertemuan (dua pertemuan untuk perlakuan dan satu pertemuan untuk tes akhir) untuk dua kelas yang setara kelas IV-A dan kelas IV-B. Hal ini didasarkan pada pertimbangan yang menegaskan bahwa topik dan jenis piranti lunak tersebut terbatas. Data di dalam penelitian ini diperoleh melalui tes berbicara (untuk tes akhir) dan daftar observasi. Data yang diperoleh melalui tes berbicara (untuk tes akhir) adalah dalam bentuk nilai rerata dari kelompok eksperimen (Kelas IV-B) dan kelompok kontrol (Kelas IV-A). Sementara itu data yang didapatkan dari daftar observasi adalah dalam bentuk data deskriptif yang menjelaskan lebih mendalam mengenai partisipasi siswa selama perlakuan. Selain itu hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada nilai rerata para siswa diantara kedua kelompok meskipun kelompok eksperimen menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mendapatkan nilai rerata yang lebih tinggi dalam nilai berbicara yang berkaitan dengan kecakapan dan keakuratan. Oleh karena itu penelitian lebih jauh perlu dilakukan untuk memperbaiki dua faktor kemungkinan terhadap ketidakefektifan piranti lunak tersebut selama penelitian ini dilakukan serta membuktikan seberapa berguna dan efektif piranti lunak tersebut terhadap kemampuan berbicara anak-anak dalam menjawab berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan kata keterangan tempat.