Tugas Akhir
Proteksi motor induksi 3 phasa berbasis smart relay sebagai alat simulasi bengkel elektronika daya lanjut dan sistem tenaga / Andreas Herlianto
Abstrak
Herlianto Andreas. 2014. Proteksi Motor Induksi 3 Phasa Berbasis Smart Relay Sebagai Alat Simulasi Bengkel Elektronika DayaLanjud dan Sistem Tenaga. Tugas Akhir jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Dwi Prihanto S.S.T. M.Pd. (II) M. Rodhi Faiz S.T M.T. Kata Kunci Trainer Kontrol sistem proteksi motor Smart relay. Smart relay merupakan alat pengendali yang memiliki banyak masukan (input) dan keluaran (output). Guna untuk mengimplimentasikan salah satu aplikasi Smart relay maka diperlukan trainer sebagai bahan praktikum mahasiswa teknik elektro. Trainer merupakan suatu modul simulator yang mensimulasikan sistem kerja dari suatu proses kerja suatu sistem. Trainer Smart relay akan memudahkan dalam pemahaman dan pengembangan sistem baik dari konsep pemrograman Smart relay maupun perancangannya. Trainer Smart relay yang dibuat bertujuan untuk mempermudah dalam memahami prinsip kerja Smart relay dalam industri. Trainer yang dikembangkan merepresentasikan prinsip kerja proses kerja sistem proteksi motor induksi 3 Phasa. Tahapan dalam pembuatan trainer terdiri dari (1) perencanan (2) proses perancangan (3) pembuatan alat (4) pengujian perangkaian (5) hasil pengujian. Trainer yang dikembangkan menggunakan dua input dari sensor dan tiga output satu relay untuk motor dan dua diwakili dengan lampu indikator. Trainer terdiri dari beberapa blok komponen yaitu sensor suhu LM 35 Sensor Arus ACS 712 power suplay modul input modul output plant sistem proteksi motor induksi 3 Phasa dan lampu indikator. Pengujian trainer dilakukan dengan cara menguji tiap blok komponen dan pengujian sistem keseluruhan. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa power suplay yang dibuat dapat menghasilkan tegangan variabel mulai dari 0-24 Vdc. Sedangkan modul input dan output dapat berfungsi sesuai perancangan. Plan yang dibuat dapat bekerja sesuai dengan prinsip kerja yang dirancang. Dengan demikian trainer yang dibuat dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan perancangan