Skripsi
Scaffolding terhadap siswa kelas VC SDN Bandungrejosari 1 dalam menyelesaikan pemecahan masalah pada mata pelajaran matematika / Rina Diahwati
Abstrak
Diahwati Rina. 2014. Scaffolding terhadap Siswa Kelas VC SDN Bandungrejosari 1 dalam Menyelesaikan Pemecahan Masalah Pada Mata Pelajaran Matematika. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Tumardi S.Pd M.Pd (II) Drs. Syaiful Imam S.Pd M.Pd. Kata Kunci Scaffolding pemecahan masalah Pemecahan masalah merupakan usaha seseorang dalam menyelesaikan suatu persoalan. Pemecahan masalah perlu diberikan kepada siswa sejak dini. Hal ini bertujuan agar siswa dapat terlatih dalam menyelesaikan suatu pemecahan masalah. Selain itu siswa dapat mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari mereka. Scaffolding merupakan pemberian bantuan kepada siswa yang disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan aktual siswa menuju ke tingkat potensial yang diharapkan. Pemberian bantuan diberikan disaat siswa membutuhkan dan perlahan-lahan tidak diberikan lagi ketika siswa mulai mampu menyelesaikan persoalannya sendiri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk scaffolding dalam membantu siswa menyelesaikan soal pemecahan masalah. Scaffolding terdiri dari 3 level. Level 1 yaitu environmental provisions level 2 yaitu explaining reviewing and restructuring dan level 3 yaitu developing conceptual thinking. Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa data yang bersifat kualitatif dari bentuk-bentuk tindakan scaffolding terhadap siswa dalam menyelesaikan pemecahan masalah. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi wawancara dokumentasi dan tes. Berdasarkan analisis data diperoleh data kualitatif dari pernyataan siswa. Siswa menyatakan menyukai pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti. Selain itu penggunaan media sangat membantu mereka menyelesaikan soal pemecahan masalah. Berdasarkan data tes pra tindakan S1 mampu menyelesaikan soal pemecahan masalah sebanyak 5 soal S2 mampu menyelesaikan soal pemecahan masalah sebanyak 3 soal. S3 dan S4 mampu menyelesaikan soal pemecahan masalah sebanyak 4 soal. S5 mampu menyelesaikan soal pemecahan masalah sebanyak 2 soal. Setelah siswa belajar bersama dengan peneliti dan memperoleh scaffolding siswa mampu menyelesaikan soal pemecahan masalah lebih dari 10 soal. S1 mampu menyelesaikan soal pemecahan masalah sebanyak 14 soal. S2 mampu menyelesaikan soal pemecahan masalah sebanyak16 soal. S3 dan S4 mampu menyelesaikan soal pemecahan masalah sebanyak 15 dan S5 mampu menyelesaikan soal pemecahan masalah sebanyak 14 soal. Scaffolding dapat membantu siswa dalam menyelesaikan pemecahan masalah. Pemberian scaffolding diberikan tidak hanya oleh guru siswa (teman sebaya) yang lebih mampu memiliki kesempatan untuk membantu temannya dalam menyelesaikan pemecahan masalah. Kerja sama dengan teman sebaya seperti ini dapat bermanfaat bagi siswa karena mereka mengamati apa yang dilakukan oleh teman mereka dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah.