Skripsi
Pengaruh minat belajar dan penerapan model pembelajaran experimental learning dan problem based learning terhadap kompetensi pemrograman dasar pada siswa kelas X Program Keahlian Multimedia di SMKN 2 Singosari / Wiyana Eva Cuntaka
Abstrak
Cuntaka Wiyana Eva.2013. Pengaruh Minat Belajar Dan Penerapan Model Pembelajaran Experimental Learning Dan Problem Based Learning Terhadap Kompetensi Pemrograman Dasar Pada Siswa Kelas X Program Keahlian Multimedia di SMKN 2 Singosari. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Setiadi C.P. M.T. M.Pd. (2) Drs. Suwasono M.T Kata Kunci Minat Belajar Experimental Learning Problem Based Learning dan rata-rata kompetensi Pemrograman Dasar. Pembelajaran adalah proses interaksi siswa dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Penggunaan metode yang cenderung menghasilkan kegiatan belajar mengajar yang membosankan dan dapat mempengaruhi rata-rata kompetensi belajar dan minat siswa. Dengan adanya metode-metode yang bervariasi maka diharapkan dapat meningkatkan minat dan rata-rata kompetensi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata kompetensi belajar pemrograman Dasar. Sample penelitian yang digunakan adalah siswa kelas X Multimedia SMKN 2 Singosari Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen desain faktorial 2X2. Uji hipotesis dilakukan dengan ANOVA dua jalur untuk mengetahui signifikansi perbedaan rata-rata kompetensi belajar siswa berdasarkan tingkat minat dan penerapan metode pembelajaran dan untuk mengetahui perbedaan yang paling berbeda menggunakan uji lanjut yaitu uji Post Hoc Comparison pada kelompok XE1 XE2 XP1 dan XP2. Uji hipotesis dilakukan dengan bantuan SPSS 16 dimana ANOVA dua jalur dan Post Hoc Comparison pada taraf signifikansi 0 05 yaitu X dikatakan berbeda apabila probabilitas kurang dari 0 05. Hasil penelitian ini menunjukkkan bahwa ada perbedaan yang signifikan X kompetensi belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran experimental learning dan problem based learning baik yang memiliki minat tinggi maupun rendah hal ini dilihat dari probabilitas sebesar 0 007. Selain itu ada perbedaan yang signifikan X kompetensi belajar siswa yang memiliki minat tinggi dan minat rendah baik yang menggunakan model pembelajaran experimental learning maupun problem based learning hal ini dilihat dari probabilitas sebesar 0 000. Ada interaksi antara tingkat minat belajar siswa dan penggunaan metode pembelajaran terhadap kompetensi X kompetensi pemrograman dasar hal ini dapat dilihat dari probabilitas 0 014. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antar kelompok minat belajar dan penerapan model pembelajaran experimental learning dan problem based learning terhadap rata-rata kompetensi belajar dan ada interaksi antara tingkat minat belajar siswa dan penggunaan metode pembelajaran terhadap kompetensi rata-rata pemrograman dasar.