Tesis
Penalaran dalam paragraf argumentasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Ende / Maria Yulita C. Age
Abstrak
Age Maria Yulita C. Penalaran dalam Paragraf Argumentasi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Ende. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Imam Agus Basuki M.Pd. (II) Dr. Nurchasanah M. Pd. Kata kunci penalaran paragraf argumentasi Penalaran adalah proses berpikir yang sistematik dan logis untuk memperoleh sebuah simpulan (pengetahuan atau keyakinan). Proses bernalar dapat dilakukan melalui kegiatan menulis. Ada berbagai macam kegiatan menulis yang dapat dilakukan salah satunya adalah menulis karangan. Karangan yang ditulis dapat berbentuk karangan panjang yang terdiri atas beberapa paragraf dan ada karangan pendek yang terdiri atas satu paragraf. Argumentasi merupakan salah satu bentuk karangan yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain. Melalui argumentasi penulis berusaha merangkaikan fakta-fakta sehingga penulis mampu menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu hal itu benar atau tidak. Oleh karena itu kemampuan bernalar harus dikuasai dalam kegiatan menulis sehingga pengungkapan ide atau gagasan benar-benar tertata secara sistematik dengan menghubungkan proposisi yang satu dengan yang lain agar mendapat kesimpulan yang sahih. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan unsur pembangun penalaran bentuk penalaran dan pola penalaran dalam paragraf argumentasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Ende. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Peneliti sebagai instrumen utama. Data dalam penelitian ini berupa unsur penalaran bentuk penalaran dan pola penalaran yang terdapat dalam paragraf argumentasi siswakelas X SMA Negeri 1 Ende. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik studi dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan triangulasi guru Bahasa Indonesia ahli bahasa dan pembelajaran Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur pembangun penalaran dalam paragraf argumentasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Endeterdiri atas claim ground warrant backing modalities dan rebuttal. Unsur claim yang ditemukan pada penelitian ini berupa claimfakta claim nilai dan claim kebijakan. Unsur ground pada penelitian ini berupa fakta ilustrasi data statistik dan eksplanasi. Unsur warrant (jaminan/pembenaran) berupa fakta dan opini. Unsur backing atau penunjang berupa hasil wawancara. Modalities berupa fakta opini dan saran sedangkan sanggahan atau rebuttal berupa opini penulis fakta dan eksplanasi. Bentuk penalaran dalam paragraf argumentasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Ende terdiri atas penalaran quasi logis penalaran generalisasi penalaran kausalitas dan penalaran koeksistensial. Penalaran quasi logis terdiri ataspenalaran transitivitas dan hubungan timbal balik. Penalaran generalisasi terdiri atas fakta dan opini. Penalaran kausalitas terdiri atas beberapa variasi antara lain sebab-akibat sebab-akibat-sebab-akibat-akibat sebab-akibat-akibat sebab-sebab-akibat sebab-akibat-sebab-akibat akibat-akibat-akibat sebab-akibat-akibat-akibat sebab-sebab-akibat-akibat akibat-sebab sebab-akibat-sebab akibat-sebab-sebab akibat-sebab-sebab akibat-sebab-akibat sebab-sebab-sebab-akibat) dan bentuk penalaran koeksistensial terdiri atas koeksistensial tindakan. Pola penalaran dalam paragraf argumentasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Ende terdiri atas pola I pola II dan pola III. Variasi pola I terdiri atas pola Ia (C-M-G) pola Ib (C1-G-C2-C3-M) pola Ic (G-R-C-M) pola Id (G1-G2-C) pola Ie (C1-G-C2-M) pola If (C1-G1-G2-G3-M-C2) pola Ig (G-C-B) pola Ih (G-C1-C2) pola Ii (G1-G2-G3-C-M) dan pola Ij (G-R-C). Variasi pada pola II terdiri atas pola IIa (G-W-R-C1-C2) pola IIb (C-G1-G2-W) pola IIc (G1-W-R1-G2-C-M-R2) pola IId (G1-G2-R-W-C) pola IIe (G-W-C-M) dan pola IIf (C1-G-W-C2-M). Pola ketiga (G-W-B-C). Selain itu ditemukan pola lain yang bersifat kasus yakni pola IV (G1-W-G2). Penalaran dalam paragraf argumentasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Ende dibuat berdasarkan apa yang telah diketahui sebelumnya oleh siswa dan berdasarkan pengamatan namun siswa dapat membentuk pola berpikir abstrak yang tertuang dalam tulisannya. Pada umumnya bentuk penalaran yang digunakan dalam paragraf argumentasi siswa adalah kausalitas sedangkan pola penalaran yang sering digunakan adalah pola pertama dan kedua. Khusus untuk pola pertama dan kedua tersebut dapat ditemukan sejumlah variasi. Berdasarkan hasil pembahasan dan simpulan penelitian dikemukakan beberapa saran. Saran-saran tersebut ditujukan kepada guru Bahasa Indonesia sebagai pembina kegiatan menulis siswa dan peneliti lain. Pertama dengan ditemukannya pola penalaran yang berbeda dengan teori yang digunakan hasil penelitian ini dapat dijadikan sumbangan pengembangan ilmu logika yang berkaitan dengan unsur penalaran bentuk penalaran dan pola penalaran. Kedua sesuai dengan simpulan di atas disarankan kepada guru agar pada kegiatan pembelajaran tidak hanya menjelaskan unsur penalaran bentuk penalaran dan pola penalaran. Guru harus bisa memberikan contoh-contoh unsur-unsur pembangun penalaran bentuk-bentuk penalaran agar siswa tidak hanya terpaku pada bentuk kausalitas. Selain itu guru juga dapat mengajarkan variasi-variasi pola penalaran lainnya. Setelah diajarkan siswa diberi latihan-latihan menulis agar siswa lebih memahami unsur penalaran bentuk penalaran dan pola penalaran. Ketiga disarankan kepada siswa agar melatih kemampuan bernalar dengan mempelajari unsur penalaran bentuk penalaran dan pola penalaran sehingga saat menulis siswa dapat membuat tulisan yang sistematik dan logis. Keempat pengkajian penelitian ini hanya difokuskan pada unsur bentuk dan pola penalaran dalam tulisan paragraf argumentasi. Untuk itu perlu dilakukan pengkajian lanjutan guna mengetahui secara menyeluruh kemampuan bernalar siswa misalnya pengkajian terhadap bentuk paragraf lain seperti paragraf deskripsi paragraf narasi paragraf eksposisi dan paragraf persuasi. Selain itu dapat dilakukan pula pengkajian penalaran dalam ragam lisan siswa SMA misalnya saat berpidato.