Skripsi
Menggali pemahaman konsep siswa SMA pada topik ikatan ionik menggunakan instrumen diagnostik two-tier / Syafira Rahma wardani
Abstrak
Wardani Syafira Rahma. 2014. Menggali Pemahaman Konsep Siswa SMA pada Topik Ikatan Ionik Menggunakan Instrumen Diagnostik Two-Tier. Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Prayitno M.Pd. (2) Dr. Fauziatul Fajaroh M.S. Kata kunci pemahaman konsep miskonsepsi ikatan ionik instrumen diagnostik two-tier 12288 12288 12288 12288 Kimia sangat dekat dengan kehidupan manusia. Namun banyak siswa yang kesulitan mempelajari ilmu kimia. Kesulitan siswa mempelajari ilmu kimia tidak terlepas dari sifat konsep dalam ilmu kimia. Selain itu faktor lain berasal dari dalam diri siswa sumber belajar dan pembelajaran oleh guru di sekolah juga mungkin menjadi salah satu penyebab kesulitan siswa dalam belajar kimia. Masalah-masalah pada pembelajaran kimia tersebut dapat menyebabkan timbulnya miskonsepsi pada siswa. Miskonsepsi merupakan pemahaman konsep yang berbeda dengan pemahaman masyarakat ilmiah. Salah satu topik dalam kimia yang sangat berpotensi memunculkan miskonsepsi pada siswa adalah topik ikatan kimia. Salah satu topik dalam ikatan kimia yang sering memunculkan miskonsepsi pada siswa adalah ikatan ionik. Salah satu metode yang biasa digunakan untuk mengetahui pemahaman konsep siswa adalah instrumen diagnostik two-tier. Oleh karena itu peneliti terdorong untuk melakukan penelitian dengan tujuan menggali pemahaman konsep dan miskonsepsi siswa SMA pada topik ikatan ionik menggunakan instrumen diagnostik two-tier. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan subjek penelitian 98 siswa SMA kelas XI IPA. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menyusun instrumen diagnostik two-tier adalah (1) menentukan cakupan konsep (2) melakukan kajian literatur miskonsepsi (3) menyusun dan menyebarkan tes terbuka dan (4) penyusunan dan validasi instrumen diagnostik two-tier. Instrumen soal yang digunakan berjumlah 30 butir soal dengan 2-3 alternatif jawaban disertai 3-4 alternatif alasan pilihan jawaban. Hasil tes diagnostik two-tier dianalisis secara deskriptif. Selain itu miskonsepsi ditentukan oleh konsistensi jawaban salah pada setiap pasangan soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) pemahaman siswa SMA pada topik ikatan ionik tergolong rendah (b) miskonsepsi yang ditemukan sebanyak 13 antara lain (1) siswa menganggap ikatan ionik pada padatan senyawa ionik hanya terjadi antar pasangan kation-anion sedangkan antar pasangan kation-anion bukanlah ikatan ionik (2) siswa menganggap senyawa ionik tersusun atas kation dan anion yang membentuk molekul (3) siswa beranggapan bahwa ikatan ionik lebih kuat daripada ikatan kovalen.