Skripsi
Pola rehabilitasi sosial wanita tuna susila di Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Tuna Susila Kota Kediri / Windha Indrawati
Abstrak
Pola Rehabilitasi Wanita Tuna Susila di Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Tuna Susila Kota Kediri. Skripsi Prodi Pendidikan Kewarganegaraan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Margono Mpd. M.Si. (II) Siti Awaliyah S. Pd M. Hum Kata Kunci Rehabilitasi Wanita Tuna Susila UPT RSTS Kediri. 12288 12288 12288 12288 Rehabilitasi adalah proses perbaikan yang ditujukan pada penderita cacat agar mereka cakap berbuat untuk memiliki seoptimal mungkin kegunaan jasmani rohani sosial pekerjaan dan ekonomi. Rehabilitasi merupakan segala daya upaya baik dalam bidang kesehatan sosial kejiwaan pendidikan ekonomi maupun bidang lain yang dikoordinir menjadi suatu proses dan bertujuan untuk memulihkan tenaga penderita cacat baik jasmaniah maupun rohaniah untuk menduduki kembali tempat di masyarakat sebagai anggota penuh dan berguna bagi masyarakat. Rehabilitasi wajib diberikan kepada seseorang yang memang benar-benar membutuhkannya tidak terkecuali kepada mereka yaitu wanita tuna susila. Wanita tuna susila adalah salah satu bentuk perilaku yang menyimpang di masyarakat. Sedangkan kehidupan wanita tuna susila itu adalah kehidupan dibawah garis keras yang sudah terkontaminasi dengan hal-hal yang tidak bermoral. Wanita tuna susila perlu mendapatkan bimbingan agar tidak terus-menerus melakukan pekerjaan yang tidak bermoral. Banyak langkah-langkah dalam menanggulangi masalah wanita tuna susila diantaranya membangun tempat rehabilitasi. Hal ini seperti yang telah dilakukan oleh UPT RSTS Kediri. Melalui UPT RSTS Kediri wanita tuna susila yang sudah direhab akan mendapat bimbingan dan pelatihan melalui program-program kegiatan yang telah dibuat oleh UPT RSTS Kediri. 12288 12288 12288 12288 Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui perencanaan program kegiatan rehabilitasi terhadap wanita tuna susila di UPT RSTS Kediri (2) mengetahui pelaksanaan program kegiatan rehabilitasi terhadap wanita tuna susila di UPT RSTS Kediri (3) mengetahui hasil dari program kegiatan rehabilitasi terhadap wanita tuna susila di UPT RSTS Kediri (4) mengetahui kendala yang dihadapi terhadap wanita tuna susila di UPT RSTS Kediri (5) mengetahui upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala terhadap wanita tuna susila di UPT RSTS Kediri. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini dilakukan di Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Tuna Susila Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah reduksi data penyajian dan mengambil kesimpulan. 12288 12288 12288 12288 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan program di UPT RSTS Kediri dibuat oleh Kepala dan pegawai UPT RSTS Kediri dan perencanaan program dibuat satu dalam sebelum kegiatan dimulai tepatnya setiap bulan desember. Program tersebut ada keterampilan inti keterampilan umum dan bimbingan-bimbingan fisik sosial dan mental. Pelaksanaan program keterampilan umum inti dan bimbingan-bimbingan tersebut dilakukan setiap hari senin sampai dengan jumat. Hasil dari adanya UPT RSTS Kediri berupa perubahan pada tingkah laku dan bakat atau potensi pada klien. Kendala yang di alami oleh UPT RSTS Kediri ialah berupa tingkah laku klien yang semaunya sendiri dan malas. Untuk upaya yang dilakukan UPT RSTS Kediri adalah berupa kasih sayang tlaten sabar dan ketegasan kepada klien. 12288 12288 12288 12288 Saran untuk UPT RSTS Kota Kediri seharusnya memperluas jangkauan dalam membimbing eks wanita tuna susila jadi tidak hanya 60 orang saja yang di bimbing didalam UPT RSTS Kediri. Karena masih banyak lagi para wanita tuna susila di Provinsi Jawa Timur selain itu dalam membimbing klien seharusnya waktunya tidak dibatasi seperti diberi waktu 4 bulan waktu tersebut dalam memberi pengajaran klien dalam keterampilan dan bimbingan sangatlah kurang. Seharusnya UPT RSTS Kediri membebaskan klien setelah klien benar-benar sudah bisa dipercaya bisa berubah dan tidak kembali lagi kejalan yang negatif.