Skripsi
The representation of Lampungnese terms of address indicating intimacy and power / Emilda Oktaviyani
Abstrak
Oktaviyani Emilda. 2014. Lampungnese Terms of Address Juluk and Adek As Representation of Intimacy and Power. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Maria Hidayati S.S. M.Pd. Kata Kunci kata sapaan kesantunan Juluk Adek Suku Lampung Percakapan adalah salah satu cara keberhasilan manusia dalam membangun kehidupan sosial dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Ketika bercakap kesopanan menjadi fondasi penting (Brown dan Levinson 1987 1). Salahsatu aspek kesopanan adalah menggunakan kata sapaan yang tepat ketika berkomunikasi. Sebagaimana disebutkan oleh Braun bahwa kata sapaan menunjukan usia status dalam keluarga dan jenis kelamin seseorang dimana hal ini mengindikasikan kedekatan pembicara. Sedangkan kata sapaan yang menunjukkan kelas status agama dan pendidikan seseorang menunjukkan pengaruh/pengormatan kepada pembicara (1988). Kata sapaan merupakan cerminan norma dan nilai-nilai budaya. Sehubungan dengan hal itu setiap budaya tentu memiliki kata sapaan yang menjadi cerminan pola pikir masyarakatnya. Satu dari budaya tersebut adalah Lampung yang memiliki kata sapaan yang unik dan rumit. Penelitiaan ini dilaksanakan di desa Menggala Mas Lampung. Indonesia. Penelitian ini fokus pada jenis bagaimana menggunakan dan fungsi kata sapaan yang dimiliki suku Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriprif kualitatif. Sumber data berasal dari wawancara Pepadun Suku dan tokoh masyarakat desa Menggala Mas dan observasi langsung. Dalam penelitian ini kategorisasi kata sapaan dari Braun (1988) yang tersaji di dalam kata sapaan yang dimiliki oleh suku Lampung akan dianalisa berdasar strategi kesantunan positive (positive politeness) oleh Brown and Levinson (1987). Dari wawancara dan observasi langsung disimpulkan bahwa suku Lampung memiliki dua jenis kata sapaan yaitu Juluk dan Adek. Juluk adalah kata sapaan yang diberikan oleh keluarga berdasarkan status seseorang dalam keluarga. Juluk didapat sejak seseorang lahir hingga mati. Sedangkan Adek yang berarti gelar atau nama besar diberikan oleh adat dan berdasarkan urutan kelahiran. Adek hanya diberikan setelah seseorang menikah. Dalam hal ini suku Lampung memiliki 25 jenis Juluk dan hanya 10 jenis Adek. Juluk menunjukkan kedekatan penbicara yang menjelaskan usia status dalam keluarga dan jenis kelamin seseorang. Sedangkan Adek menunjukkan pengaruh/penghormatan kepada pembicara yang menjelaskan status dan kelas seseorang. Analisa kata sapaan pada penelitian ini dikaitkan dengan strategi kesantunan. Penggunaan Juluk dan Adek menunjukkan bagaimana suku Lampung menjaga kedekatan (positive face) dan kehormatan (negative face) si pembicara. Juluk dan Adek sering digunakan dalam situasi tidak formal. Sedangkan Adek hanya digunakan pada situasi formal. Juluk dan Adek berfungsi untuk membangun keharmonisan sosial dan sistem pemerintahan adat. NamundemikianpenelitianinimasihmembutuhkanperbaikandarisiswaLinguistik yang mampumelakukanpenelitianuntukmenganalisafenomena kata sapaandalamkonteks yang lebihluas.