Skripsi
Pembinaan nilai-nilai moral siswa Cabuk Putih di Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Malang / Prasetyo Adi Nugroho
Abstrak
Nugroho Prasetyo Adi. 2014. Pembinaan Nilai-nilai Moral Siswa Sabuk Putih di Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Malang. Skripsi Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Suwarno Winarno (2) Drs. Margono. M.Pd M.Si Kata Kunci Pembinaan Nilai Moral. Mengkritisi dinamika kehidupan sosial remaja saat ini maraknyaisu-isu moral dikalangan remaja sangat memprihatinkan seperti penggunaan narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba) tawuran antar pelajar pornografi perkosaan merusak barang milik orang lain perampasan penipuan pengguguran kandungan penganiayaan perjudian pelacuran pembunuhan dan lain sebagainya. Kondisi demikian terjadi karena manusia dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya terdapat jenjang kebutuhan yang belum terpenuhi sehingga dia akan kembali ke-jenjang kebutuhan yang belum terpuaskan tersebut.Hal ini diduga bermula dari proses pendidikan yang tidak tepat. Pendidikanlah yang sesungguhnya paling besar memberikan kontribusi terhadap situasi ini. Mulai dari pendidikan dalam keluarga pendidikan sekolah dan pendidikan pada lingkungan sekitar atau masyarakatyang tidak optimal. Oleh sebab itu pembinaan moral bagi generasi muda saat ini perluditingkatkan. Pembinaan moral merupakan suatu kegiatan pengenalan nilai dan pola tindakan membantu anak menuju kearah yang sesuai dengan kesiapan mereka.Salah satu wadah pembinaan moral tersebut adalah latihan beladiri pencak silat sebagai sarana pendidikan untuk membina pribadi-pribadi ke-arah yang positif.Persaudaraan Setia Hati Teratedidirikan dengan tujuan mendidik dan menjadikan manusia berbudi pekeri luhur tahu benar dan salah beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami nilai-nilai moral yang ditanamkan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) cabang Malang mengetahui langkah-langkah dalam melakukan pembinaan nilai-nilai moral mengetahui program kegiatan yang menunjang dalam pembinaan nilai-nilai moral memahami kriteria penilaian yang digunakan dalam mendukung keberhasilan pembinaan nilai-nilai moral dan mengetahui kendala apa saja yang dihadapi dalam pembinaan nilai-nilai moral dan upaya mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yakni penelitian yang berasal dari wawancara catatan lapangan dokumen dan observasi pertisipasi didalamnya mengutamakan pendeskripsian secara analisis suatuperistiwa atau proses sebagaimana adanya dalam lingkungan yang alami.Data primer dalam penelitian ini adalah wawancara dengan siswa-siswi PSHT cabang Malang dan pelatih PSHT cabang Malang.Sedangkan data sekunder adalah teks Buku I dan Buku II PSHT cabang Malang agenda kegiatan PSHT cabang Malang foto kegiatan PSHT cabang Malang dan dokumen-dokumen lain yang mendukung data primer. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembinaan nilai-nilai moral pada siswa sabuk putih di perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate cabang Malang sangat tepat untuk membina moral generasi muda. Nilai-nilai moral yang ditanamkan peneliti kelompokan menjadi dua kelompok yang pertama akhlakul karimah yang meliputi 1) Kasih sayang 2) Kesopanan 3) Jujur dalam ucapan dan perbuatan 4) Hormat kepada orang tua 5) Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 6) Setia kepada hati nurani. Kelompok kedua adalah jiwa kepemimpinan yang meliputi 1) Amanah atau tepat janji 2) Disiplin 3) Tanggung jawab. Langkah-langkah yang diambil pelatih dalam membina moral siswa sabuk putih adalah melalui sikap keteladanan yang ditunjukan pelatih melalui ajang ke-SH-an dan melalui penegakan peraturan. Program kegiatan yang menunjang pembinaan nilai-nilai moral meliputi 1) Pengambilan sabuk putih 2) Buka bersama 3) Temu kangen dan halalbihalal (Molenan) siswa putih 4) Tes prawarga I 5) Tes prawarga II 6) Peringatan malam 1 suro 7) Baksos 8) Ke-SH-an 9) Tes ayam 10) Karantina 11) Pengesahan. Kriteria yang mendukung keberhasilan pembinaan nilai-nilai moral adalah 1) Mampu menggerakan dan menghayati filosofi seni gerak Jurus 2) lulus tes ke-SH-an 3) Perilaku siswa sabuk putih saat mengikuti latihan. Kendala yang dihadapi dalam pembinaan nilai-nilai moral adalah 1) Meningkatnya jumlah siswa sabuk putih sehingga sulit mengkoordinir 2) Sulit melakukan penilaian perilaku siswa 3) Terdapat siswa yang sering melanggar peraturan 4) Didapati siswa yang pola pikirnya belum dewasa. Upaya untuk mengatasinya adalah 1) panitia lebih meningkatkan kinerja dalam menilai dan menyeleksi hasil test siswa sabuk hijau 2) Panitia melakukan testing secara kelompok kemudian hasil test akan di diskusikan dengan pelatih putih dan pelatih komisariat 3) Beberapa pelatihditunjuk untuk menegakan kedisiplinan dan aturan-aturan 4) dilakukan penundaan pengesahan bagi siswa yang polapikirnya belum dewasa. Saran bagi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan diharapkan kepada aktivis baik dosen maupun mahasiswa agar dapat mengembangkan penelitian dalam bidang moral tidak terbatas pada pendidikan formal.Bagi khalayak umum termasuk orang tua dan generasi muda selanjutnya untuk mengembangkan wawasan keilmuan tentang pentingnya pembinaan nilai-nilai moral pada individu yang sedang berkembang. Bagi Persaudaraan Setia Hati Terate cabang kota lain disekitar kota malang diharapkan dapat berperan sebagai motor dalam pembinaan nilai-nilai moral dan meningkatkan peran sebagai pendidik dan Pembina generasi muda untuk menghayati peran sebagai anggota masyarakat yang bisa menempatkan hak dan kewajiban. Bagi peneliti generasi selanjutnya diharapkan untuk mengembangkan penelitian dalam bidang pembinaan moral.