Skripsi
Studi tentang konsep estetika dan makna simbolis ragam hias Waluku di Sumbermanjingkulon Kecamatan Pagak Kabupaten Malang / Edi Sutrisno
Abstrak
Sutrisno Edi. 2014. Studi Tentang Konsep Estetik dan Makna Simbolis Pada Ragam Hias Waluku di Sumbermanjingkulon Kecamatan Pagak Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Tjitjik Sriwardhani M.Pd (II) Ike Ratnawati S.Pd M.Pd. Kata Kunci Konsep Estetik Makna Simbolis Ragam Hias Waluku Sumbermanjingkulon Malang 12288 12288 12288 12288 Waluku adalah sejenis alat bercocok tanam yang digunakan sebagai pembajak sawah atau ladang waluku biasanya dijalankan dengan cara ditarik oleh sapi atau kerbau. Waluku yang ada di Sumbermanjingkulon memiliki ornamen hias pada sambilan atau pasangannya dan ternyata setelah dilakukan pengkajian banyak ditemukan makna-makna simbolis yang tersyirat di dalamnya. Namun dewasa ini keberadaan waluku sudah digusur oleh kemajuan tehnologi sehingga baik penggunaan maupun makna-makna simbolis yang ada didalamnya dikawatirkan akan hilang. Berkaitan dengan hal tersebut maka diperlukan adanya penelitian untuk mengungkap konsep estetik dan makna simbolis pada waluku. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian yang berupa paparan tentang konsep estetik serta makna-makna simbolis pada ragam hias waluku yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data diadakan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data tahap penyajian data serta penarikan kesimpulan dan ferivikasi. 12288 12288 12288 12288 Berdasarkan hasil anlisis data tersebut diperoleh beberapa simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Terdapat konsep estetik yang melandasi penciptaan ragam hias waluku ragam hias yang terdapat pada waluku diciptakan atas dasar pemenuhan kebutuhan fisik dan kebutuhan rohani karena masyarakat Desa Sumbermanjingkulon sebagian besar masing menganut kepercayaan kejawen sehingga pernak-pernik kebudayaan Jawa masih dipegang teguh oleh masyarakat Sumbermanjingkulon. Dalam waluku juga terdapat makna simbolis pada setiap bagian waluku yang sangat berkaitan erat dengan kehidupan pada setiap bagian dari ragam hias waluku masing-masing memiliki makna simbol dan falsafah tersendiri yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk kehidupan sosial yang dijalani manusia sehari-hari. 12288 12288 12288 12288 Sudah menjadi kewajiban bersama untuk melestarikan nilai-nilai budaya luhur yang diwariskan oleh nenek moyang meskipun keberadaan waluku sudah tergeser oleh kemajuan jaman namun nilai-nilai kehidupan yang terkandung didalamnya harus tetap dilestarikan baik dari konsep estetik maupun makna simbolis dari waluku tersebut guna untuk kemaslahatan hidup bersama.