Skripsi
Pengembaangan modul bahasa Jerman berbasis multimedia untuk pembelajaran keterampilan membaca siswa kelas XI SMA Negeri 9 Malang / Ilham Teguh Ardiananta
Abstrak
Ardiananta Ilham Teguh. 2014. Pengembangan Modul Bahasa Jerman Berbasis Multimedia Untuk Pembelajaran Keterampilan Membaca Siswa Kelas XI SMAN 9 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman. Jurusan Sastra Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Rosyidah M.Pd. (II) Drs. Tiksno Widyatmoko M.A. Kata Kunci pengembangan modul bahasa Jerman multimedia Modul adalah salah satu paket bahan ajar yang memuat satu unit kompetensi dasar atau beberapa kompetensi dasar yang disusun secara sistematis operasional dan terarah serta mampu membuat peserta didik lebih aktif untuk belajar mandiri. Berdasarkan observasi yang dilakukan sebelum pengembangan diketahui bahwa belum ada sumber belajar berupa modul yang menunjang proses belajar mengajar pada matapelajaran bahasa Jerman di SMAN 9 Malang khusunya pada tema kennenlernen. Pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar dalam bentuk modul bahasa Jerman berbasis multimedia. Dengan adanya produk ini diharapkan dapat membantu siswa selama proses pembelajaran berlangsung serta membantu siswa dalam memperoleh sumber belajar alternatif bahasa Jerman. Pengembangan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan model pengembangan hasil adaptasi dari model Borg Gall (1983). Prosedur dilakukan melalui lima langkah yaitu research informating collecting and planning (penelitian pengumpulan informasi dan perencanaan) developing preliminary form of product ( mengembangkan bentuk awal produk) revision and evaluation field testing (uji coba produk) dan revision final product (revisi dan produksi produk). Sumber data yang digunakan adalah hasil angket dari ahli grafis dua ahli materi dan 10 siswa yang sedang menempuh matapelajaran bahasa Jerman. Hasil angket validasi dan angket uji coba disajikan dalam bentuk prosentase. Menurut ahli grafis modul multimedia ini sudah valid sementara itu ahli materi juga menilai bahwa modul yang dihasilkan adalah valid. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa modul dinyatakan valid dan dapat digunakan oleh siswa setelah dilakukan beberapa revisi. Untuk uji coba pre-test siswa sebelum menggunakan modul diperoleh rata-rata nilai yang kurang baik. Sedangkan hasil test siswa setelah menggunakan modul diperoleh rata-rata nilai diatas KKM. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa siswa mampu memahami materi setelah menggunakan modul elektronik tersebut.