Skripsi
Penerapan pendekatan PAKEM dalam pembelajaran mengapresiasi karya seni kriya terapan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Srengat Blitar / Novem Endah Puspitasari
Abstrak
Puspitasari Novem Endah. 2014. Penerapan Pendekatan PAKEM dalam Pembelajaran Mengapresiasi Karya Seni Kriya Terapan untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII-A SMP Negeri 1 Srengat Blitar. Skripsi Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Iriaji M. Pd. (II) Drs. Andi Harisman. Kata Kunci pendekatan PAKEM mengapresiasi karya seni kriya terapan proses hasil belajar Ketidaksesuain pendekatan yang dipilih oleh guru dalam pembelajaran berdampak pada prestasi siswa di sekolah terutama Sekolah Menengah Pertama. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi langsung diketahui bahwa hasil belajar siswa kelas VIII-A SMPN 1 rata-rata kelas untuk pembelajaran mengapresiasi mengalami ketidaktuntasan belajar sebesar 77%. Hasil belajar yang rendah ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain pendekatan pembelajaran yang kurang bervariasi karena hanya menggunakan metode ceramah dan penugasan tanpa ada tindak lanjut. Untuk itu perlu diterapkan pendekatan PAKEM. Dengan pendekatan ini siswa dapat terlibat secara aktif dan interaktif pada pembelajaran mengapresiasi karya seni kriya terapan. Sehingga siswa dapat lebih berfikir kritis kreatif serta memperoleh wawasan yang bermakna mengenai teknik dan gagasan pembuatan karya. Jadi siswa akan mampu mengenal memahami dan menghargai karya seni kriya. Penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi-tindak lanjut. PTK ini bersifat kolaboratif partisipatoris yang dalam pelaksanaannya peneliti berperan sebagai guru bekerjasama dengan guru Seni Budaya yang berperan sebagai observer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan PAKEM dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa dalam mengapresiasi karya seni kriya terapan. Proses belajar siswa sesuai dengan indikator pendekatan PAKEM menunjukkan peningkatan 8% pada siklus I sebesar 76% dan siklus II menjadi 84%. Indikator aktif pada siklus I sebesar 77% dan siklus II menjadi 86%. Indikator kreatif pada siklus I sebesar 71% dan siklus II menjadi 81%. Indikator efektif pada siklus I sebesar 76% dan siklus II menjadi 83%. Indikator menyenangkan pada siklus I sebesar 77% dan siklus II menjadi 86%. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran mengapresiasi karya seni kriya terapan untuk ranah kognitif meningkat 6% pada siklus I sebesar 79% dan siklus II meningkat 85%. Hasil belajar siswa ranah afektif meningkat 7% pada siklus I sebesar 78% dan siklus II meningkat 85%. Hasil belajar ranah psikomotor meningkat 10% pada siklus I sebesar 76% dan siklus II menjadi 86%. Hasil belajar postes meningkat 5% pada siklus I sebesar 81% dan siklus II menjadi 86%. Jadi hasil belajar pembelajaran mengapresiasi karya seni kriya terapan melalui penerapan pendekatan PAKEM meningkat 8% pada siklus I sebesar 78% dan siklus II menjadi 85%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan PAKEM dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Srengat dalam pembelajaran mengapresiasi karya seni kriya terapan. Sehingga disarankan tugas guru selain sebagai fasilitator juga sebagai motivator yang harus selalu membimbing siswa agar kemampuan siswa pada ranah kognitif afektif dan psikomotor meningkat. Selain itu perlu adanya aplikasi dari komponen pengelolaan pendekatan PAKEM melalui metode pembelajaran yang lebih bervariasi lagi.