Skripsi
Problematika guru kelas awal di Sekolah Dasar Negeri Gugus IV Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dalam pembelajaran seni budaya / Tika Awalini
Abstrak
Problematika Guru Kelas Awal di Sekolah Dasar Negeri Gugus IV Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dalam Pembelajaran Seni Budaya. Skripsi Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) Dra. Lilik Indrawati M.Pd (II) Fenny Rochbeind S.Pd M.Sn. Kata Kunci problematika guru pendidikan seni rupa SD kelas awal 12288 12288 12288 12288 Guru SD kelas awal memiliki peran yang sangat penting karena jenjang pendidikan ini akan menjadi fondasi siswa untuk jenjang pendidikan berikutnya. Dalam pelaksanaannya masih banyak problem yang dialami oleh guru kelas awal salah satunya dalam pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya sub bidang Seni Rupa karena di SD memang hanya ada guru kelas yang harus menguasai semua mata pelajaran. Problematika yang dialami ini dapat berasal dari problematika instruksional yang menyangkut kurikulum kegiatan perencanaan pembelajaran pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Serta problematika non- instruksional yang berasal dari sisi internal guru siswa dan lingkungan sekolah yang mencakup Kepala Sekolah dan sarana prasarana yang ada. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi problematika instruksional dan non-instruksional yang muncul pada guru kelas awal di SD Negeri gugus IV Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dalam pembelajaran Seni Budaya sub bidang Seni Rupa. 12288 12288 12288 12288 Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Sumber data utama dari penelitian ini adalah guru kelas awal yang mengajarkan mata pelajaran Seni Budaya sub bidang Seni Rupa guru telah mengajar lebih dari 10 tahun dan masih menggunakan kurikulum KTSP. 12288 12288 12288 12288 Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas awal yang paling banyak mengalami problematika instruksional adalah guru kelas III SDN Sumbersari I dan guru kelas III A SDN Ketawanggede. Problem yang dialami antar lain (1) guru kurang memahami pembelajaran tematik yang ada pada kurikulum KTSP (2) guru kurang menguasai materi/bahan ajar yang ada di Seni Budaya (3) guru hanya menggunakan teknik evaluasi non-tes dan kesulitan menentukan tolok ukur penilaian. Sedangkan problematika dalam membuat perangkat pembelajaran dialami oleh semua guru kelas awal di SD Negeri gugus IV Kecamatan Lowokwaru. 12288 12288 12288 12288 Pada faktor non-instruksional guru kelas III SDN Sumbersari I dan SDN Ketawanggede juga mengalami banyak problematika antara lain (1) guru kurang memiliki minat dibidang seni (2) siswa banyak yang memiliki bakat dan minat dibidang seni namun guru kurang mampu mendampingi (3) kurangnya dukungan dari Kepala Sekolah dan sarana yang dapat mendukung pembelajaran Seni Budaya sub bidang Seni. Rupa. Sedangkan untuk faktor internal guru semua guru kelas awal kurang memiliki pengalaman dibidang seni khususnya Seni Rupa.