Skripsi
Diagnosis kesulitan dalam penyelesaian masalah garis singgung lingkaran dan remedial menggunakan scaffolding pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Malang / Siti Ulun Nuha
Abstrak
Nuha Siti Ulun. 2014. Diagnosis Kesulitan Dalam Penyelesaian Masalah Garis Singgung Lingkaran Dan Remedial Menggunakan Scaffolding Pada Siswa Kelas VIII D SMP Negeri 1 Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Santi Irawati M.Si Ph. D. Kata Kunci Diagnosis Kesulitan Penyelesaian Masalah Garis Singgung Lingkaran Remedial Scaffolding. 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 Berdasarkan KTSP materi geometri dipelajari siswa SMP pada tiap tingkatan kelas. Penyelesaian masalah garis singgung lingkaran membutuhkan konsep lain antara lain aljabar. Faktanya para siswa sering mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Guru perlu mendiagnosis kesulitan siswa terlebih dulu sebagai pertimbangan dalam memberikan remedial. Remedial menggunakan scaffolding merupakan strategi yang sesuai karena mendukung pelayanan siswa berdasarkan kemampuan siswa secara individu. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendiagnosis kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Malang dalam menyelesaikan permasalahan garis singgung lingkaran berdasarkan tahapan Polya dan (2) mendeskripsikan bentuk scaffolding yang digunakan dalam remedial sebagai upaya mengatasi kesulitan siswa tersebut. 12288 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif . Subjek penelitian ini adalah tujuh siswa dari kelas VIII D SMP Negeri 1 Malang yang dalam tes diagnosis nilainya dibawah KKM (80). Remedial yang dilakukan adalah melakukan scaffolding kemudian memberi tes ulang. 12288 12288 12288 12288 12288 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah garis singgung lingkaran terletak pada (1) tahap memahami masalah yaitu kesulitan dalam menentukan informasi yang diketahui dan ditanyakan (2) tahap menentukan rencana penyelesaian yaitu kesulitan dalam menyusun strategi yang tepat untuk menyelesaikan soal (3) tahap melaksanakan rencana yaitu kesulitan dalam menentukan rumus yang tepat dan melakukan komputasi dengan benar (4) tahap memeriksa kembali yaitu kesulitan dalam melakukan langkah mundur penyelesaian soal dan menyimpulkan jawaban akhir yang merupakan jawaban dari apa yang ditanyakan soal. Scaffolding yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut merujuk pada level-level scaffolding Anghileri (2006) yaitu level 1) environmental provisions dengan meminta siswa berkolaborasi dengan siswa lain untuk saling merefleksi jawaban sebelum siswa mengerjakan ulang soal tes diagnosis. Level 2) explaining reviewing and restructuring. menjelaskan dengan mengajukan pertanyaan arahan agar siswa memahami masalah dengan benar mengulas dengan meminta siswa merefleksi jawabannya dan memperbaiki jawaban tersebut membangun kembali dengan mengajukan pertanyaan arahan agar siswa dapat menyusun jawaban yang lebih tepat level 3) developing conceptual thinking misalnya meminta siswa mencari cara lain dalam menemukan informasi yang diinginkan. Berdasarkan hasil tes setelah scaffolding scaffolding tersebut mampu mengatasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah garis singgung lingkaran.