Skripsi
Penerapan model pembelajaran problem based learning dipadu think pair share lesson study untuk meningkatkan kemampuan berpikir kristis dan hasil belajar biologi siswa kelas X-F MAN Malang I / Septiana Wulandari
Abstrak
Wulandari Septiana. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dipadu Think Pair Share melalui Lesson Study untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X-F MAN Malang I. Skripsi Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dra. Herawati Susilo M. Sc. Ph.D. (2) Drs. Sarwono M.Pd. Kata Kunci Problem Based Learning (PBL) Think Pair Share (TPS) Lesson Study (LS) Berpikir Kritis Hasil Belajar. Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas X-F MAN Malang I Proses pembelajaran Biologi guru lebih banyak menerapkan pembelajaran dengan transfer informasi melalui metode ceramah menggunakan power point dan belum menggunakan model pembelajaran yang inovatif. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa tingkat kemampuan berpikir kritis rendah yang dilihat dari sedikitnya siswa yang antusias bertanya atau menjawab saat diadakan diskusi yang berakibat pada hasil belajar siswa juga rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterlaksanaan penerapan pembe lajaran PBL dipadu dengan TPS melalui LS dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar pada pelajaran biologi siswa kelas X-F MAN Malang I melalui penerapan PBL dipadu TPS melalui LS. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilak-sanakan melalui LS. Penelitian dilakukan selama 2 siklus pene litian tindakan kelas dengan 4 kali pertemuan dan 3 kali siklus LS di setiap siklus.Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi meliputi lembar keterlaksanaan pembelajaran LS kemampuan afektif dan kemampuan berpikir kritis siswa non tes (kuantitas dan kualitas pertanyaan dan jawaban secara lisan). Pengumpulan data dengan tes yakni kemampuan berpikir kritis dengan tes menggunakan rubrik di akhir siklus hasil belajar kognitif diukur menggunakan tes setiap akhir siklus. Hasil penelitian untuk keterlaksanaan PBL dipadu TPS oleh guru siklus I 87 5% dan siklus II 91 67% keterlaksanaan oleh siswa siklus I 79 17% dan siklus II 95 83%. Keterlaksanaan LS siklus I plan 77 7% do 90% dan see 83 33% dan siklus II keterlaksanaan plan do dan see 100%. Kuantitas pertanyaan berpikir kritis siklus I 25% dan siklus II 43 75%. Kualitas pertanyaan siklus I jumlah C3 1 pertanyaan dan C4 2 pertanyaan dan siklus II C3 ada 2 pertanyaan dan C4 ada 6 pertanyaan. Kuantitas jawaban siklus I 31 25% dan siklus II 37 50%. Kualitas jawaban siklus I jumlah skor 4 dan 5 ada 4 dan 5 jawaban dan siklus II jumlah skor 4 dan 5 ada 10 dan 9 jawaban. Hasil berpikir kritis tes siklus I 55 31 dan siklus II 63 84. Hasil belajar kognitif siklus I 65 63% dan % siklus II 87 5. Rata-rata hasil belajar afektif siklus I 72 38 dan siklus II 84 09. Kesimpulan yang dapat diambil adalah penerapan pembelajaran PBL dipadu TPS melalui LS dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas X-F MA Negeri Malang I.