Skripsi
Analisis laju korosi, kekuatan tarik dan struktur mikro pada baja karbon sedang dengan proses heat treatment menggunakan media pendingin H2SO4 / Ali Akbar Muhammad
Abstrak
Akbar Muhammad Ali.2014. Analisis Laju Korosi Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro Pada Baja Karbon Sedang Dengan Proses Heat Treatment Menggunakan Media Pendingin H2SO4.Skripsi Program Studi Pendidikan Teknik Mesin JurusanTeknikMesinFakultasTeknikUniversitasNegeriMalang. Pembimbing (I) Drs.H. Putut Murdanto S.T. M.T (II) RR.Poppy Puspitasari S.Pd. M.T. Ph.D. Kata kunci Laju Korosi Kekuatan Tarik Struktur Mikro(SEM) Baja Assab 709 Heat Treatment Asam Sulfat (H2SO4). Korosi yang terjadi dalam lingkup industri terutama proses produksi yang bersinggungan dengan larutan kimia menjadi hal utama dalam setiap perbincangan karena sifat asam yang dapat mengurangi mutu dari suatu logam. Kekuatan tarik pada baja Assab 709 dipengaruhi oleh keadaan struktur logam yang terbentuk setelah proses perlakuan panas serta media pendingin merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi bentuk struktur logam. Menggunakan media pendingin asam sulfat pasca perlakuan panas sangat mungkin terjadinya dislocation yakni pergeseran struktur logam yang mempengaruhi karakteristik baja tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) laju korosi pada baja Assab 709 dengan perlakuan panas menggunakan media pendingin asam sulfat kadar 3 M dan 6 M (2) kekuatan tarik baja Assab 709 setelah proses perlakuan panas menggunakan media pendingin asam sulfat dengan kadar 3 M dan 6 M (3) struktur mikro patahan baja Assab 709setelah proses perlakuan panas menggunakan media pendingin asam sulfat 3 M dan 6 M. Desainpenelitian adalah eksperimental murni yang dilakukan di laboratorium.Objek penelitian ini adalah baja medium - carbonAssab 709 yang diberi perlakuan panas dengan suhu 600 C dan 900 C didinginkan secara cepat menggunakan media pendingin asam sulfat dengan kadar 3 M dan 6 M pada masing - masing suhu. Hasil penelitian menunjukkan laju korosi tertinggi pada spesimen bajaAssab 709dengan perlakuan panas 900 C media pendingin asam sulfat 6 M sebesar C.R 0 259 mm/year(safety) dan laju korosi terendah terjadi pada spesimen dengan perlakuan panas 600 C media pendingin asam sulfat 3 M sebesar C.R 0 155 mm/year(safety). Hasil pengujian uji tarikmenunjukkan kekuatan tarik tertinggi pada spesimen baja dengan perlakuan panas 900 C di quench media pendingin asam sulfat 6 M sebesar 121 73 Kgf/mm2 dan kekuatan tarik terkecil pada spesimen baja perlakuan panas 900 C di quench media pendingin asam sulfat 3 M sebesar72 77 Kgf/mm2. Hasil penelitian struktur mikro SEM didapatkan dua perbedaan permukaan patahan yang terjadi dengan perlakuan panas 600 C di quench asam sulfat 3 M dan 6 M bentuk permukaan dimple fracture surface dengan karakteristik baja bersifat ulet (ductile) sedang pada perlakuan panas 900 C di quench asam sulfat 3 M dan 6 M bentuk permukaan cleavage fracture surface dengan karakteristik baja bersifat getas (brittle).