Skripsi
Tranformasi pembelajaran masyarakat dalam kegiatan konservasi tanah 9studi kasus Desa Jetis Lor Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan) / Mega Citta Debiyanti
Abstrak
Debiyanti Mega Citta. 2014. Transformasi Pembelajaran Masyarakat dalam Kegiatan Konservasi Tanah (Studi Kasus Desa Jetis Lor Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan). Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hardika M. Pd. (II) Sopingi S. Sos M. Pd. Kata Kunci transformasi pembelajaran konservasi tanah. Pembelajaran transformatif adalah suatu proses perubahan pada diri manusia berupa kesadaran sikap dan perilaku manusia. Hal ini terjadi karena adanya suatu peristiwa yang mengherankan atau mengecewakan sehingga membuat seseorang sadar dengan apa yang terjadi dan mengantarkan masyarakat agar memiliki kesadaran kritis terhadap cara pandang yang dimiliki dalam melihat memahami atau memaknai pengalaman atau kenyataan yang dilihat dan dialami. Kegiatan konservasi tanah merupakan kegiatan yang dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan memelihara memperbaiki atau merehabilitasi dan meningkatkan daya tanah agar berdaya guna secara optimum sesuai dengan pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan proses pembelajaran masyarakat pada program konservasi tanah di Desa Jetis Lor (2) mendeskripsikan bagaiman proses pembelajaran masyarakat pada program konservasi tanah di Desa Jetis Lor mampu mempengaruhi perubahan kesadaran sikap dan perilaku masyarakat. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data display data dan penarikan kesimpulan. Informan penelitian ini adalah masyarakat Jetis Lor dan tim fasilitator dari Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan Surakarta (LPTP Surakarta). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) dalam proses pembelajaran konservasi tanah tim fasilitator LPTP Surakarta lebih mengutamakan praktik daripada teori proses belajar dilakukan dengan cara pendampingan serta belajar melalui pengalaman (2) terjadi perubahan kesadaran sikap dan perilaku terhadap masyarakat Jetis Lor yang mengikuti kegiatan konservasi tanah perubahan tersebut dapat dilihat dari tingkah laku masyarakat dalam menangani permasalahan hutah gundul longsor erosi serta masyarakat sadar bahwa mereka harus menanami hutan gundul dengan tanaman jangka pendek. Saran (1) bagi LPTP Surakarta sebaiknya meningkatkan intensitas pendampingan agar masyarakat Jetis Lor lebih termotivasi dalam melaksanakan kegiatan konservasi tanah. Metode pembelajaran yang digunakan harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dalam menyampaikan materi tidak saling menggurui tetapi saling memahami dan menghargai pendapat yang dikemukakan pada saat diskusi (2) bagi masyarakat Jetis Lor harus tetap melestarikan dan menerapkan kegiatan konservasi tanah agar lahan ladang atau bukit yang dimiliki tidak mengalami kelongsoran yang sifatnya merugikan.