Skripsi
Keterlibatan peserta pada proses pelaksanaan pelatihan sub kejuruan mobil diesel (studi kasus di Unit Pelaksana teknis Pelatihan Kerja (UPT-PK) Singosari Malang) / Reskie Wulansari
Abstrak
Wulansari Reskie. 2014. Keterlibatan Peserta pada Proses Pelaksanaan Pelatihan Sub Kejuruan Mobil Diesel (Studi Kasus di UPT-PK Singosari Malang). Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. S. Mundzir M.Pd. (2) Sri Wahyuni S.Pd M.Pd Kata kunci keterlibatan peserta pelatihan proses pelaksanaan pelatihan. Keterlibatan peserta dalam proses pelaksanaan pelatihan merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu program pelatihan. Tanpa disadari keterlibatan peserta dalam proses pelaksanaan pelatihan merupakan hal penting yang akan mempengaruhi kualitas hasil belajar selama mengikuti pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bentuk-bentuk keterlibatan peserta pelatihan pada proses pelaksanaan pelatihan Sub Kejuruan Mobil Diesel UPT-PK Singosari Malang (2) mengetahui kualitas keterlibatan peserta pelatihan pada proses pelaksanaan pelatihan Sub Kejuruan Mobil Diesel UPT-PK Singosari Malang (3) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan peserta pelatihan pada proses pelaksanaan pelatihan Sub Kejuruan Mobil Diesel UPT-PK Singosari Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Teknik analisa yang digunakan adalah reduksi data display data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisa data tersebut diperoleh tiga simpulan hasil penelitian. Bentuk-bentuk keterlibatan peserta didik dikelompokkan berdasarkan kualitasnya sebagai berikut. (1) keterlibatan aktif yang bentuknya yaitu mengikuti apel pagi menjalankan praktik sesuai perintah instruktur bertanya materi yang belum dipahami diskusi tentang materi yang belum bisa terselesaikan mengajari peserta didik lainnya yang belum bisa konsultasi dengan instruktur berkaitan dengan materi yang belum paham membantu instruktur mengajar mengikuti jam tambahan memperbaiki mobil. (2) keterlibatan pasif yang bentuknya yaitu mendengarkan dan memperhatikan materi yang dijelaskan ngobrol saling mengejek antar kelompok bercanda saat pembelajaran tidur ketika sedang materi bermain handphone dan bergurau dengan teman sekelompok. Keterlibatan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dikelompokan menjadi 2 sebagai berikut. (1) faktor instrinsik merupakan faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik seperti motivasi mengikuti pelatihan mobil diesel di UPT-PK Singosari Malang. (2) faktor ekstrinsik merupakan faktor yang berasal dari luar atau lingkungan peserta didik meliputi (a) cara instruktur mengajar (b) cara instruktur memperlakukan peserta (c) metode yang digunakan instruktur (d) materi yang diajarkan dalam pelatihan (e) alasan peserta pelatihan kurang tertarik terlibat aktif (f) kebijakan-kebijakan lembaga. Adapun saran yang disampaikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) untuk bentuk keterlibatan peserta pada proses pelaksanaan pelatihan hanya terbatas pada proses pembelajaran saja sehingga diharapkan lembaga UPT-PK dan instruktur mampu melibatkan peserta pelatihan dalam penyusunan bahan belajar dan penentuan langkah-langkah kegiatan belajar secara aktif agar tujuan pelatihan bisa tercapai dengan baik (2) untuk kualitas keterlibatan peserta pada proses pelaksanaan pelatihan masih banyak peserta pelatihan yang pasif sehingga instruktur diharapkan mampu meningkatkan kualitas keterlibatan aktif peserta pelatihan agar hasil belajar menjadi lebih tinggi kualitas belajar menjadi lebih baik dan motivasi berprestasi tinggi (3) instruktur dan lembaga UPT-PK Singosari diharapkan menggunakan prinsip-prinsip pelatihan dan prinsip andragogi dalam pelaksanaan proses pelatihan supaya metode yang digunakan dalam pelatihan sesuai dengan kondisi peserta pelatihan materi yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta pelatihan cara instruktur mengajar dan memperlakukan peserta pelatihan tidak seperti guru tehadap muridnya tetapi saling menghargai menghormati dan saling mempercayai.