UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Sintesis dan karakterisasi nanopartikel pigmen (biru) Prussian Blue Ferric(III) Hexacyanoferrate(II)(Fe4[Fe(CN)6]3) berbahan dasar pasir besi alam / Lilis Try Wahyuni

Wahyuni, Lilis Try - Nama Orang;

Abstrak
Wahyuni Lilis Try. 2014. Sintesis dan Karakterisasi Nanopartikel Pigmen (Biru)Prussian Blue Ferric Ferrocyanida (Fe4[Fe(CN)6]3) Berbahan Pasir Besi Alam. Skripsi Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Nandang Mufti S.Si M.T Ph.D.(II) Drs. Yudyanto M.Si. Kata Kunci Pasir Besi Prussian Blue kopresipitasi komposisi K4[Fe(CN)6] Pasir besi merupakan pasir yang mengandung mineral besi (besi oksida) seperti magnetite(Fe3O4) hematite ( 945 -Fe2O3) dan maghemite ( 947 -Fe2O3). Sejauh ini telah banyak penelitian yang mengkaji tentang rekayasa material berbahan pasir besi alam dalam rangka meningkatkan manfaatnya. Salah satu penelitian mengenai pemanfaatan pasir besi adalah sebagai pigmen oksida hitam (Fe3O4) merah (Fe2O3) dan kuning (FeOOH) namun sejauh ini belum ada penelitian mengenai sintesis pigmen biru berbahan dasar pasir besi alam. Ferric ferrocyanida atauPrussian Blueadalah pigmen berwarna biru tua yang memiliki rumus kimia Fe4[Fe(CN)6]3. Prussian Blue dihasilkan dari reaksi FeCl3 dengan K4[Fe(CN)6]. Dalam penelitian ini FeCl3disintesis dari pasir besi dengan terlebih dahulu mensintesis Fe2O3 dengan metode kopresipitasi dan pemanasan pada suhu 700 8451 selama 2 jam yang kemudian dalamHCl. Dalam penelitian ini dilakukan tiga variasi komposisi K4[Fe(CN)6] yaitu 0 5 gram 1 gram dan 1 5 gram yang masing-masing dilarutkan adalam 5 mL H2O. Metode yang digunakan dalam sintesis Prussian Blue (Fe4[Fe(CN)6]3) adalah metode kopresipitasi. Secara fisis pigmen biru yang dihasilkan memiliki warna semakin cerah dengan penambahan komposisi K4[Fe(CN)6]. Pencocokan pola XRD dengan model standar menunjukkansemakin besar komposisi K4[Fe(CN)6] makapersentase fase Prussian Blue juga meningkat. Pada variasi komposisi K4[Fe(CN)6] 0 5 gram (PB 1) 1 gram (PB 2) dan 1 5 gram (PB 3) diperoleh persentase fase Prussian Blue berturut-turut adalah 45 2% 55 1% dan 62 0%. Dari pola XRD juga dapat diketahui ukuran butir Prussian Blue untuk PB 1 PB 2 dan PB 3 berturut-turut adalah 35 6 nm 29 8 nm 36 8 nm. Berdasarkan hasil SEM-EDS dapat diketahui secara mikroskopis ketiga pigmen Prussian Blue yang dihasilkan teraglomerasi. Berdasarkan uji spektrometri UV-Vis dapat diketahui bahwaPB 1 PB 2 dan PB 3 memiliki panjang gelombang absorbansi maksimumberturut-turut 720 nm 730 nm dan 740 nm. Semakin besar komposisi K4[Fe(CN)6] puncak absorpsi maksimal semakin rendah. Berdasarkan uji suseptibilitas menggunakan bartington MS2 didapatkan suseptibilitas ketiga Prussian Blue bahwa semakin besar komposisi K4[Fe(CN)6]3 menghasilkan nilai suseptibilitas yang semakin meningkat. PB 1 PB 2 dan PB 3 memiliki nilai suseptibilitas berturut-turut 7 9 8 2 dan 8 7.


Informasi Detail
DDC
Rs 538.44 WAH s
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi PendidikanFisika, 2014.
Deskripsi Fisik
xi, 87 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
02171/KI/14
Edisi
Skripsi (Sarjana)-- Universitas Negeri Malang, 2014
Subjek
1. PASIR BESI - SINTESIS
2. PASIR BESI - KARATERISTIK

Pembimbing
1. Nandang Mufti ; 2. Yudyanto
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik