Skripsi
Strategi pengorganisasian Kelompok Petani Konservasi (KPK) dalam program gerakan konservasi tanah sebagai upaya mencegah terjadinya erosi tanah (studi kasus Kelompok Petani Konservasi (KPK) Sumbersari Dusun Dawuhan Desa Jetis Lor, Kecamatan Nawangan Kabupatyen Pacitan)
Abstrak
Prasetyawati Eni. 2014. Strategi Pengorganisasian Kelompok Petani Konservasi (KPK) Sumbersari dalam Program Gerakan Konservasi Tanah sebagai Upaya Mencegah Terjadinya Erosi Tanah. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hardika M.Pd (II) Dr. Zulkarnain Nasution M.Pd. Kata Kunci Strategi Pengorganisasian Kelompok Program Konservasi Tanah 12288 12288 12288 12288 Konservasi tanah adalah upaya untuk melindungi menjaga dan mengawetkan tanah dari berbagai faktor penyebab kerusakan tanah sehingga tanah tidak sering mengalami erosi tanah dan kelongsoran. Konservasi tanah merupakan perbaikan sistem tanah dan air sehingga perubahan lingkungan sangat ditentukan oleh sikap maupun perlindungan manusia pada lingkungannya upaya pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah desa dengan masyarakat Dusun Dawuhan. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses pembentukan Kelompok Petani Konservasi (KPK) Sumbersari mengetahui program-program konservasi yang dilaksanakan oleh Kelompok Petani Konservasi (KPK) Sumbersari dan mengetahui cara meningkatkan keaktifan Kelompok Petani Konservasi (KPK) Sumbersari dalam pelaksanaan program konservasi di Dusun Dawuhan. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah Perangkat Desa Jetis Lor tokoh masyarakat Dusun Dawuhan pengurus dan anggota Kelompok Petani Konservasi (KPK) Sumbersari. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data display data serta pengambilan keputusan atau verifikasi. Dalam metodologi penelitian juga dilakukan pengecekan keabsahan data perpanjangan kehadiran peneliti ketekunan pengamatan serta triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) proses pembentukan Kelompok Petani Konservasi (KPK) Sumbersari dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu dengan identifikasi kebutuhan perencanaan program konservasi pembentukan kepengurusan Kelompok Petani Konservasi (KPK) Sumbersari pelaksanaan program konservasi dan evaluasi program konservasi (b) program konservasi yang dilaksanakan Kelompok Petani Konservasi (KPK) Sumbersari yaitu pembuatan terasering pembuatan Bangunan Terjunan Air (BTA) pembuatan Saluran Pembuangan Air (SPA) pembuatan Kebun Bibit Desa (KBD) dan pembuatan tanaman sistem lorong serta tanaman penutup tanah menjelang musim kemarau (tumpangsari) dan (c) cara meningkatkan keaktifan Kelompok Petani Konservasi (KPK) Sumbersari yaitu diadakannya pertemuan rutinan. Saran (1) bagi Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Solo hendaknya mengurangi intensitas pendampingan memantau perkembangan program dan lebih meningkatkan dalam memberikan pelatihan-pelatihan (program) yang tujuannya untuk memberdayakan masyarakat Dusun Dawuhan (2) bagi peneliti lanjutan agar menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi sehingga dapat memperkaya wawasan pengalaman dan pengetahuan mengenai strategi pengorganisasian Kelompok Petani Konservasi (KPK) Sumbersari di Dusun Dawuhan dalam pelaksanaan program konservasi tanah.