UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Studi tentang komposisi komunitas moluska di Padang Lamun Teluk Gilimanuk Taman Nasional Bali Barat / Fatimatus Zahro

Zahro, Fatimatus - Nama Orang;

Abstrak
Zahro Fatimatus. 2014. Studi Tentang Komposisi Komunitas Moluska di Padang Lamun Teluk Gilimanuk Taman Nasional Bali Barat. Skripsi. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Istamar Syamsuri M.Pd. (II) Drs. Agus Dharmawan M. Si. Kata kunci Moluska komposisi komunitas padang lamun Teluk Gilimanuk Padang lamun yang berada di perairan Teluk Gilimanuk telah mengalami gangguan dari masyarakat setempat. Pada saat musim kerang dapat dijumpai sekitar 50 orang berada di Teluk Gilimanuk untuk mencari kerang dan masyarakat mampu mendapatkan kerang hingga 1 kg setiap masa pencarian. Hal tersebut dapat merusak padang lamun yang berfungsi sebagai habitat dari kerang itu sendiri dan biota lain yang hidup di padang lamun karena aktivitas masyarakat yang menginjak lamun yang tumbuh di perairan Teluk Gilimanuk pada saat mencari kerang serta jumlah kerang yang berada di kawasan tersebut. Sehingga dilakukan penelitian terkait komposisi Moluska di padang lamun Teluk Gilimanuk yang bertujuan untuk mengetahui komposisi komunitas Moluska di padang lamun Teluk Gilimanuk dan faktor biotik dan abiotik apa saja yang berpengaruh terhadap komposisi komunitas Moluska. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2013 di padang lamun Teluk Gilimanuk. Padang lamun dibagi menjadi 2 stasiun yaitu substrat berpasir dan pasir berlumpur. Metode yang digunakan yaitu metode transek yang terdiri dari 8 transek pada stasiun I dan 7 transek pada stasiun II dengan meletakkan plot 2x2 m sebanyak tiga ulangan pada tiap transek. Komposisi komunitas dapat diketahui melalui analisis Indeks Keanekaragaman Shanon-Wienner (H ) Indeks Kemerataan (E) dan Indeks Kekayaan (R) sedangkan pengaruh factor biotic berupa komposisi lamun dan faktor abiotik berupa pH turbiditas Dissolved Oxygen (DO) suhu dan salinitas terhadap komposisi komunitas Moluska dapat diketahui melalui analisis regresi ganda. Hasil dari penelitian yaitu didapatkan 42 jenis Moluska pada keseluruhan stasiun I dan stasiun II. . Pada stasiun I nilai H berkisar antara 1 405 2 322 E berkisar antara 0 784-0 934 dan R berkisar antara 1 285-2 826 sedangkan pada stasiun II nilai H berkisar antara 1 378-2 390 E berkisar antara 0 829-0 916 dan R berkisar antara 1 259-3 213. Komposisi Moluska pada stasiun I maupun II tidak dipengaruhi oleh komposisi tumbuhan lamun yang menyusun padang lamun di Teluk Gilimanuk sedangkan faktor abiotik hanya berpengaruh pada keanekaragaman Moluska stasiun I yaitu turbiditas suhu DO dan salinitas.


Informasi Detail
DDC
Rs 594.09295982 ZAH s
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Biologi, 2014.
Deskripsi Fisik
xiii, 169 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
02218/KI/14
Edisi
Skripsi (Sarjana). Universitas Negeri Malang, 2014
Subjek
1. MOLUSKA - BALI
Pembimbing
1. H. Istamar Syamsuri ; 2. Agus Dharmawan
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik