Skripsi
Perbedaan model pembelajaran TGT-Brainstorming dan direct instruction terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran jaringan dasar di SMK Islam 1 Blitar / Septi Retno Desi Purnoningtyas
Abstrak
Purnoningtyas Septi Desi Retno. 2014. Perbedaan Model Pembelajaran TGT-Brainstorming dan Direct Instruction terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Jaringan Dasar di SMK Islam 1 Blitar. Skripsi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Suwasono M.T. (2) Triyanna Widiyaningtyas S.T. M.T. Kata kunci TGT brainstorming hasil belajar direct instruction Dalam pembelajaran terjadi interaksi yang intensif antara guru dan siswa. Pembelajaran di kelas masih bersifat teacher oriented yang kurang melibatkan aktivitas siswa sehingga tidak terjadi interaksi yang intensif antara guru dan siswa. Siswa kurang aktif dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Hal ini menyebabkan materi belum bisa tertanam secara mendalam pada siswa sehingga menyebabkan hasil belajar siswa rendah. Penelitian dengan penerapan model pem belajar an TGT-brainstorming ini dilakukan dalam upaya meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Jaringan Dasar kompetensi dasar pengalamatan protokol jaringan. Penggabungan model pembelajaran TGT-Brainstorming membuat model pembelajaran ini menarik karena dikemas dalam bentuk permainan dan siswa dapat lebih aktif dalam menyampaikan pendapatnya. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Eksperiment dengan pola Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel yang digunakan sebanyak dua kelas yaitu kelas X TKJ-2 sebagai kelompok eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran TGT-Brainstorming dan kelas X TKJ-1 sebagai kelompok kontrol yang diberi perlakuan menggunakan model direct instruction. Teknik analisis data menggunakan uji hipotesis dengan teknik uji anova dua jalur yang digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar siswa dan interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan awal siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh tingkat kemampuan awal siswa terhadap hasil belajar kognitif psikomotor dan afektif siswa hal ini dibuktikan dari nilai Fhitung 4 03 dan nilai sig 0 05 pada uji anova dua jalur (2) ada perbedaan hasil belajar kognitif afektif dan psikomotor pada model pembelajaran TGT-Brainstorming dan Direct Instruction hal ini dibuktikan dari nilai Fhitung 4 03 dan nilai sig 0 05 pada uji anova dua jalur dan (3) tidak ada interaksi antara tingkat kemampuan awal siswa dan model pembelajaran terhadap hasil belajar kognitif psikomotor dan afektif siswa hal ini dibuktikan dari nilai Fhitung 0 05. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TGT-Brainstorming dapat meningkatkan hasil belajar kognitif psikomotor dan afektif siswa pada mata pelajaran Jaringan Dasar kompetensi dasar penglamatan protokol jaringan.