Skripsi
Pengaruh penerapan strategi pembelajaran praktikum menggunakan diagram ve terhadap hasil belajar siswa pada materi hidrolisis garam / Atika Kusdiyana Putri
Abstrak
Putri Atika Kusdiyana. 2014. Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran Praktikum Menggunakan Diagram Ve Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Hidrolisis Garam. Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Dermawan Afandy M.Pd (II) Drs. Muhammad Su aidy M.Pd. Kata kunci diagram Ve hasil belajar hidrolisis garam 12288 12288 12288 12288 Dalam kimia kita tidak hanya belajar tentang teori tetapi kita juga dihadapkan pada kegiatan di laboratorium. Pada kegiatan praktikum biasanya para siswa melakukan percobaan menggunakan prosedur percobaan yang telah disediakan oleh guru. Siswa hanya perlu mengikuti instruksi yang disediakan untuk membuktikan pengetahuan teoritis. Diagram Ve adalah salah satu media yang bisa diterapkan pada kegiatan laboratorium berbasis konstruktivis bagi para siswa. Peneliti memilih materi hidrolisis garam karena materi tersebut memiliki beberapa kegiatan praktikum di dalam kegiatan pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif antara siswa yang diajar menggunakan strategi pembelajaran praktikum dengan diagram Ve dan yang diajar menggunakan metode praktikum biasa pada materi hidrolisis garam. Dan bagaimana hasil belajar afektif dan psikomotorik siswa tersebut. 12288 12288 12288 12288 Rancangan penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design yang bentuknya Posttest Control Group Design dengan menggunakan dua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Sumenep. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Kelas XI-IPA 2 ditetapkan sebagai kelas eksperimen dan kelas XI-IPA 3 sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar kognitif diperoleh dari tes hasil belajar siswa mengenai materi hidrolisis garam hasil pengisian diagram Ve untuk kelas eksperimen dan hasil pembuatan laporan untuk kelas kontrol. Data hasil belajar afektif diperoleh dari nilai observasi mengenai sikap siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Data hasil belajar psikomotorik diperoleh dari nilai observasi terhadap kinerja siswa dalam laboratorium. Data hasil belajar kognitif dianalisis dengan menggunakan statistik inferensial yaitu uji-t untuk menguji hipotesis penelitian yang diajukan. Sedangkan data hasil belajar afektif dan psikomotorik dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. 12288 12288 12288 12288 Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar kognitif yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen hasil belajar kelas eksperimen ( 88 38) lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol ( 83 91). Untuk hasil belajar afektif di kelas eksperimen persentase siswa yang masuk kategori sangat baik dan baik berturut-turut sebesar 91% ( 85 03) dan 9% ( 77 33). Sedangkan di kelas kontrol persentase siswa yang masuk kategori sangat baik dan baik berturut-turut sebesar 47% ( 82 67) dan 53% ( 77 05). Untuk hasil belajar psikomotorik persentase siswa yang masuk kategori sangat baik sebesar 100% ( 86 03) di kelas eksperimen sedangkan persentase siswa yang masuk kategori sangat baik dan baik di kelas kontrol berturut-turut sebesar 53% ( 83 94) dan 47% ( 78 33).