Skripsi
Pengaruh financial leverage, kebijakan dividen, dan kompensasi manajemen eksekutif terhadap praktik perataan laba (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2011) / Isyanna Widyafury
Abstrak
Widyafury Isyanna. 2014. Pengaruh Financial Leverage Kebijakan Dividen dan Kompensasi Manajemen Eksekutif Terhadap Praktik Perataan Laba (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2011). Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Bambang Sugeng S.E. M.A M.M. Ak. (II) Dr. H. Cipto Wardoyo S.E. M.Pd M.si. Ak. CA Kata Kunci Financial Leverage Kebijakan Dividen Kompensasi Manajemen Eksekutif dan Perataan Laba Perataan laba merupakan cara yang digunakan pihak manajemen untuk mengurangi fluktuasi laba yang dilaporkan dalam laporan keuangan dengan tujuan tertentu. Tindakan ini muncul karena adanya perbedaan kepentingan (conflict of interest) antara principal dengan agent. Perataan laba diperbolehkan sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Namun tindakan ini dapat merugikan investor dan pengguna laporan keuangan lainnya apabila pihak manajemen dengan sengaja membuat pengungkapan laba yang menyesatkan. Berdasarkan kajian teori financial leverage kebijakan dividen dan kompensasi manajemen diduga dapat mempengaruhi perataan laba. Relevansi perataan laba dengan financial leverage dan kebijakan dividen adalah informasi laba dapat dimanipulasi oleh manajer untuk mengurangi risiko perusahaan apabila laba berfluktuasi. Relevansi perataan laba dengan kompensasi manajemen adalah manajer akan cenderung mengatur laba bersih melalui perataan laba untuk memaksimalkan kompensasi yang diterima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh financial leverage kebijakan dividen dan kompensasi manajemen eksekutif terhadap praktik perataan laba yang diukur dengan Indeks Eckel. Penelitian ini merupakan penelitian populasi karena jumlah sampel sama dengan populasi yakni 11 perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia yang memperoleh laba dan membagikan dividen selama periode 2009-2011. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi melalui data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dan Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik dengan uji hipotesis wald secara parsial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa financial leverage kebijakan dividen dan kompensasi manajemen eksekutif secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap praktik perataan laba. Saran bagi investor diharapkan tidak hanya menganalisis risiko perusahaan menggunakan tingkat utang dan informasi dividen saja. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan memisahkan perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi dengan yang tidak serta menambah variabel penelitian yang dapat mempengaruhi perataan laba misalnya long term debt to equity ratio saham bonus dan regulasi pemerintah serta menggunakan indeks lain untuk mendeteksi perataan laba.