Skripsi
Pengembanagn kurikulum muatan lokal bercocok tanam toga berbasis pendidikan lingkungan hidup di SDN Sumbersuko 02 Dampit Kabupaten Malang / Octavianela Frisca Mutiara Chandra
Abstrak
Chandra Octavianela Frisca Mutiara. 2014. Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Bercocok Tanam TOGA Berbasis Pendidikan Lingkungan Hidup Di SDN Sumbersuko 02 Dampit Kabupaten Malang. Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sulton M.Pd (II) Dra. Susilaningsih M.Pd. Kata Kunci Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal TOGA Pendidikan Lingkungan Hidup Muatan lokal adalah program pendidikan yang isi dan media penyampaiannya dikaitkan dengan lingkungan alam lingkungan sosial serta lingkungan budaya dan kebutuhan daerah yang wajib dipelajari oleh peserta didik di daerah tersebut. Pengembangan Muatan Lokal Bercocok Tanam TOGA Berbasis Pendidikan Lingkungan Hidup di SDN Sumbersuko 02 Dampit ditujukan untuk kelas IV. Hal ini di latar belakangi oleh potensi pertanian yang cukup tinggi di Kabupaten Malang khususnya daerah Dampit namun ironisnya masih belum ada muatan lokal yang mengangkat kearifan dan potensi hayati tersebut. Muatan Lokal Bercocok Tanam TOGA didasarkan pada konsepsi Pendidikan Lingkungan Hidup dimana Pendidikan Lingkungan Hidup yang diimplementasikan untuk peserta didik jenjang Sekolah Dasar bertujuan untuk menanamkan sikap apresiatif terhadap pengelolaan lingkungan dan membentuk pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai kecerdasan intrapersonal interpersonal visual spasial musikal kecerdasan adpertensi kecerdasan kreativitas kecerdasan spiritual dan moral serta kecerdasan emosional dalam mengelola keseimbangan lingkungan hidup baik di rumah sekolah maupun masyarakat sejak dini. Pengembangan kurikulum muatan lokal ini menggunakan model yang diadopsi dari G.A Beauchamp. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan observasi angket wawancara dan dokumentasi yang melibatkan sekolah masyarakat maupun stakeholder sebagai bahan need assesment untuk menghasilkan sebuah muatan lokal yang sesuai dengan kebutuhan. Hasil pengembangan kurikulum Muatan Lokal Bercocok Tanam TOGA Berbasis Pendidikan Lingkungan Hidup dinyatakan valid dengan hasil perhitungan dari ahli kurikulum sebesar 93 12% dan hasil perhitungan dari ahli materi sebesar 91 25%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa muatan lokal ini layak dikembangkan dan diimplementasikan pada sekolah-sekolah di daerah Dampit. Berdasarkan pengembangan ini saran yang dapat diberikan yakni (1) bagi pemerintah daerah muatan lokal ini diharapkan dapat diimplementasikan sebagai strategi pemerintah daerah untuk mengenalkan melestarikan serta mengembangkan aset-aset potensi hayati daerah melalui pendidikan formal (2) bagi sekolah diharapkan dapat dijadikan pedoman untuk mengintegrasikan Pendidikan Lingkungan Hidup kedalam suatu mata pelajaran sekaligus untuk mengangkat potensi dan kearifan lokal daerah sebagai upaya dalam menjembatani antara peserta didik dengan lingkungannya (3) bagi guru diharapkan dapat digunakan sebagai refrensi untuk meningkatkan kreatifitas guru dalam mengembangkan muatan lokal yang mengangkat lingkungan sekitar.