Skripsi
Hubungan tingkat partisipasi masyarakat dengan tingkat keberhasilan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Generasi Sehat Cerdas (PNPM GSC) Bidang Pendidikan di Desa Wonoagung Kec. Kasembon Kab. Malang / Indri Ayu Dewanti
Abstrak
Dewanti Indri Ayu. 2014. Hubungan Tingkat Partisipasi Masyarakat dengan Tingkat Keberhasilan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Generasi Sehat Cerdas (PNPM GSC) Bidang Pendidikan di Desa Wonoagung Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Moh Ishom M.Pd (II) Drs. Nurhadi M.Pd. Kata Kunci tingkat partisipasi masyarakat tingkat keberhasilan PNPM GSC Bidang Pendidikan. 12288 12288 12288 12288 PNPM GSC adalah program pemerintah yang berlandaskan pemberdayaan masyarakat. Artinya bahwa program ini harus berangkat dari masyarakat dilakukan oleh masyarakat dan diperuntukkan juga bagi masyarakat. Tentu hal ini tidak akan terwujud tanpa adanya partisipasi dari masyarakat itu sendiri. Masyarakat juga tidak bisa langsung diberi tanggung jawab untuk mengelola suatu program. Tentu harus ada tingkatan partisipasi masyarakat yang harus dilewati untuk menimbulkan partisipasi masyarakat yang sempurna yakni meliputi level manipulasi level terapi kedua level ini termasuk pada klasifikasi non partisipasi level informasi level konsultasi level peredam kemarahan dan ketiga level selanjutnya termasuk pada klasifikasi tokenism level kemitraan level pendelegasian kekuasaan dan yang terakhir adalah level kontrol masyarakat serta ketiga tangga teratas merupakan klasifikasi kekuasaan ada pada masyarakat. Untuk mengukur tingkat keberhasilan suatu program tentu diperlukan beberapa indikator yang dapat mengukur sejauh mana program tersebut dapat berjalan atau dikatakan berhasil. Indikator dapat juga berupa tujuan-tujuan program yang merupakan acuan keberhasilan. Tujuan program dapat dikatakan terpenuhi jika indicator-indikator yang telah dirumuskan tercapai atau sesuai dengan hasil evaluasi. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wonoagung Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang yang bertujuan untuk mengetahui (1) mengetahui tingkat partisipasi masyarakat pada PNPM GSC Bidang Pendidikan Di Desa Wonoagung Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang (2) mengetahui tingkat keberhasilan PNPM GSC Bidang Pendidikan Di Desa Wonoagung Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang (3) mengetahui hubungan antara tingkat partisipasi masyarakat pada klasifikasi non partisipasi dengan tingkat keberhasilan PNPM GSC Bidang Pendidikan Di Desa Wonoagung Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang (4) mengetahui hubungan antara tingkat partisipasi masyarakat pada klasifikasi tokenism dengan tingkat keberhasilan PNPM GSC Bidang Pendidikan Di Desa Wonoagung Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang (5) mengetahui hubungan antara tingkat partisipasi masyarakat pada klasifikasi kekuasaan ada pada masyarakat dengan tingkat keberhasilan PNPM GSC Bidang Pendidikan Di Desa Wonoagung Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis deskriptif korelasional. Subjek penelitian ini adalah Rumah Tangga Miskin (RTM) penerima manfaat PNPM GSC Bidang Pendidikan di Desa Wonoagung dengan jumlah populasi sejumlah 294 orang RTM serta dengan sampel 43 RTM. Pada penelitian ini instrumen yang digunakan adalah wawancara terstruktur untuk mencari data tentang tingkat partisipasi masyarakat serta angket untuk mencari data tentang tingkat keberhasilan PNPM SC Bidang Pendidikan serta dokumentasi untuk mencari data tentang tingkat kehadiran siswa disekolah kemudian skor dikorelasikan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi Product Moment dengan menggunakan bantuan SPSS 16.0 for windows. 12288 12288 12288 12288 Hasil analisis data menunjukkan bahwa antara tingkat partisipasi masyarakat di desa wonoagung berada pada tingkat pendelegasian kekuasaan klasifikasi kekeuasaan ada apada masyarakat sedangkan tingkat keberhasilan PNPM GSC di Desa Wonoagung dapat dikatakan baik. Berdasakan hasil analisis korelasi tingkat partisipasi masyarakat klasifikasi non partisipasi dengan tingkat keberhasilan PNPM GSC Bidang Pendidikan konstan. Dengan kata lain bahwa hasil hitung korelasi tidak dapat diperoleh/tidak signifikan sedangkan untuk hasil analisi korelasi tingkat partisipasi masyarakat klasifikasi tokenism dengan tingkat keberhasilan PNPM GSC Bidang Pendidikan diperoleh r hitung r tabel yaitu 0 581 0 301. Dari hasil analisis korelasi ini terbukti terdapat hubungan yang positif/signifikan antara tingkat partisipasi masyarakat klasifikasi tokenism dan tingkat keberhasilan PNPM GSC di Desa Wonoagung. Dan hasil analisis korelasi dari tingkat partisipasi masyarakat klasifikasi kekuasaan ada pada masyarakat dengan tingkat keberhasilan PNPM GSC Bidang Pendidikan diperoleh r hitung r tabel yaitu 0 644 0 301. Dari hasil analisis korelasi ini terbukti terdapat hubungan yang positif/signifikan antara tingkat partisipasi masyarakat klasifikasi kekuasaan ada pada masyarakat dan tingkat keberhasilan PNPM GSC di Desa Wonoagung. 12288 12288 12288 12288 Dari hasil penelitian dapat dikemukakan beberapa saran yaitu (1) bagi masyarakat Desa Wonoagung partisipasi masyarakat yang sudah baik harus dipertahankan bila perlu ditingkatkan dengan cara mengedepankan prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat yakni dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat jika ada program-program serupa yang ditujukan untuk masyarakat. Sehingga program tidak hanya akan menjadi angin lewat saja namun dapat menjadi suatu hal yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Tentu dengan partisipasi masyarakat yang semakin baik akan mendukung tingkat keberhasilan program semakin baik pula. Sedangkan (2) bagi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Jurusan perlu mengembangkan kerjasama dengan instansi-instansi yang berhubungan dengan pemberdayaan masyarakat seperti PNPM agar mahasiswa lebih bisa mendalami keilmuan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan program-program yang dicanangkan oleh pemerintah. Selain itu mahasiswa juga dapat memahami teori partisipasi yang dikembangkan oleh instansi-instansi pemberdaya masyarakat.