Skripsi
Kompetensi sosial pendidik PAUD dan hubungannya dengan perkembangan sosial emosional anak didiknya di Kecamatan Sukun Kota Malang / Avin Suchasari Suhud
Abstrak
Suhud Avin Suchasari. 2014. Kompetensi Sosial Pendidik PAUD dan Hubungannya dengan Perkembangan Sosial Emosional Anak Didiknya Di Kecamatan Sukun Kota Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Hj. Umi Dayati M.Pd (II) Dra. Hj. Siti Asmah M.Pd. Kata Kunci Pendidik PAUD Kompetensi Sosial Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Kompetensi sosial merupakan kemampuan yang diperlukan untuk pendidik PAUD untuk menunjang keberhasilan proses pembelajaran dan perkembangan sosial emosional anak didiknya melalui interaksi dan komunikasi yang efektif. Pendidik PAUD di Kecamatan Sukun Kota Malang turut berperan dalam mengembangkan kemampuan sosial emosional anak didiknya di lingkungan sekolah. Berkaitan dengan hal tersebut maka diperlukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kompetensi sosial pendidik PAUD dengan perkembangan sosial emosional anak didiknya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kompetensi sosial pendidik PAUD dan perkembangan sosial emosional anak didik pada aspek kerjasama empati dan sikap ramah serta untuk menemukan ada tidaknya hubungan antara variabel-variabel tersebut. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Data penelitian berupa data tertulis dan visual yang diperoleh dari lembaga PAUD dan hasil pengisian angket oleh responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner observasi dan dokumentasi. Analisis data berupa analisis deskriptif dan analisis korelasional dengan menggunakan Pearson Product Moment. Hasil penelitian dengan analisis deskriptif menunjukkan kompetensi sosial pendidik PAUD di Kecamatan Sukun Kota Malang sudah baik. Perkembangan sosial emosional anak yang paling baik terdapat pada aspek sikap ramah diikuti dengan aspek kerjasama dan empati. Analisis korelasional menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi sosial pendidik PAUD dengan perkembangan sosial emosional anak didiknya pada aspek kerjasama (2) terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi sosial pendidik PAUD dengan perkembangan sosial emosional anak didiknya pada aspek empati (3) terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi sosial pendidik PAUD dengan perkembangan sosial emosional anak didiknya pada aspek sikap ramah. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial dan komunikasi efektif yang terbangun antara pendidik dan anak didiknya dapat merangsang perkembangan sosial emosional anak. Keterampilan komunikasi dan sosialisasi pendidik penting dikembangkan sebagai stimulus pembentukan sikap dan perilaku sosial anak yang positif di lingkungan sekolah. Anak dapat belajar bersosialisasi dan mengendalikan emosinya dengan baik apabila mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi aktif dan belajar berkomunikasi.