Skripsi
Amplifiers in non-native and native English: comparing C-Smile, Coca, and BNC / Rahma Martiningtyas
Abstrak
Martiningtyas R. 2014. Amplifiers in Non-Native and Native English Comparing C-SMILE COCA and BNC. Skripsi Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Yazid Basthomi M.A. Kata Kunci amplifier collocation academic written discourse corpus comparative study 12288 12288 12288 12288 Beberapa penelitian mengenai uraian dan struktur penggunaan amplifier dalam Bahasa Inggris telah membuktikan bahwa amplifier bermanfaat dan penting untuk mendukung suatu analisis menjadi pernyataan yang kredibel masuk akal dan meyakinkan (Stoffel 1901 Xiao and Tao 2007). Amplifier pada umumnya berbentuk kata adverbia yang berfungsi untuk menyatakan tingginya intensitas suatu pernyataan (Recski. 2004). 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki penggunaan amplifier pada penutur asing and penutur asli Bahasa Inggris dan kemudian membandingkan hasil analisis dari penggunaan amplifier pada karya tulis akademik para penutur asing Bahasa Inggris dengan karya tulis akademik penutur asli Bahasa Inggris. Data dalam penelitian ini dibatasi hanya pada ranah tulisan akademik yang diambil dari tiga korpus yang berbeda yakni C-SMILE sebagai korpus yang berisi karya tulis akademik penutur asing Bahasa Inggris dan COCA serta BNC yang merupakan korpus dari penutur asli Bahasa Inggris. Dengan menggunakan jenis amplification yang juga digunakan oleh Skobrankova (2006) adverbia dalam penelitian ini hanya mencakup 6 jenis amplifiers yang semuanya berbentuk adverbia ly diantaranya absolutely completely entirely fully totally and utterly. Karena penelitian ini menggunakan comparative corpus sebagai metode dasar analisis data dibedakan menurut beberapa isu komparatif yang terkait dengan data temuan yang meliputi frekuensi penggunaan amplifier secara umum jenis-jenis kolokasi yang mengikuti amplifier tersebut jenis kolokasi yang sama antar amplifier serta penilaian khusus dari amplifier tersebut ditinjau dari penilaian kolokasi dan konteksnya. Karya tulis akademik penutur asing Bahasa Inggris menunjukkan beberapa kesamaan dengan karya tulis penutur asli Bahasa Inggris seperti jenis amplifier yang paling jarang digunakan dan beberapa jenis kolokasi yang digunakan pada amplifier tertentu. Namun perbedaan signifikan masih nampak jelas. Contohnya penutur asing Bahasa Inggris seringkali menggunakan amplifier secara berlebihan maupun kurang dari seharusnya sehingga membuat kalimat tidak relevan dengan konteks dan karakteristik dasar amplifier itu sendiri. Penyebab perbedaan dan ketidakakuratan penggunaan amplifier oleh penutur asing Bahasa Inggris ini terletak pada kondisi dimana Bahasa Inggris dipakai sebagai bahasa asing sehingga membuat para penutur asing tersebut kurang mengenal dan kurang sensitif terhadap isu fungsi dan penggunaan khusus dari amplifier tersebut.