Skripsi
Pengaruh Return On Investment (ROI), Earning Per Share (EPS), dan tingkat harga saham terhadap keputusan stock split / Ana Safitri
Abstrak
ABSTRAK Safitri Ana. 2014. Pengaruh Return On Investment (ROI) Earning Per Share (EPS) dan Tingkat Harga Saham Terhadap Keputusan Stock Split. Skripsi Jurusan Akuntansi Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Ika Putri Larasati S.E. M.Com (II) Nujmatul Laily S.Pd. M.SA. Kata Kunci Return On Investment Earning Per Share Tingkat Harga Saham Stock Split 12288 12288 12288 12288 Pemecahan saham (Stock Split) dengan jenis pemecahan keatas (Split-up) merupakan salah satu corporate action yang banyak dilakukan oleh perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Secara teoritis motivasi perusahaan melakukan stock split berhubungan dengan upaya penyampaian informasi oleh pihak manajemen sebagaimana dinyatakan dalam signaling theory serta terkait upaya pihak manajemen untuk menjaga harga saham tetap optimal sebagaimana dinyatakan dalam trading range theory. Akan tetapi terdapat pandangan yang menyatakan bahwa stock split merupakan corporate action yang bersifat kosmetik dan administratif yang tidak memiliki nilai ekonomis. Fenomena tersebut ditunjukkan dengan hasil penelitian-penelitian yang belum konsisten. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui motivasi perusahaan melakukan stock split. 12288 12288 12288 12288 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Return On Investment (ROI) Earning Per Share (EPS) dan tingkat harga saham terhadap keputusan perusahaan melakukan stock split. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di BEI periode tahun 2010-2012 dengan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling.Penelitian ini menggunakan pengujian hipotesis yang diuji dengan analisis regresi logistik. 12288 12288 12288 12288 Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROI dan EPS berpengaruh positif terhadap keputusan perusahaan melakukan stock split sedangkan tingkat harga saham yang diproksi dengan Price Earning Ratio tidak mempengaruhi keputusan stock split. Hal ini membuktikan bahwa motivasi perusahaan melakukan pemecahan saham adalah untuk menyampaikan informasi terkait prospek perusahaan sebagaimana dinyatakan dalam signaling theory akan tetapi tingkat harga saham bukan menerupakan alasan perusahaan melakukan stock split sehingga hasil penelitian tidak mengkonfirmasi keberadaan trading range theory. Saran yang diajukan kepada peneliti selanjutnya adalah agar menggunakan sampel yang lebih banyak menambah variabel yang relevan serta memperpanjang periode pengamatan.