Skripsi
Hubungan Adversity Quotient (AQ), motivasi berprestasi dengan prestasi belajar siswa kelas X mata pelajaran alat ukur di SMKN 1 Madiun / Nanag Eko Saputro
Abstrak
Saputro Nanang Eko. 2014. Hubungan Adversity Quotient (AQ) Motivasi Berprestasi dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas X Mata Pelajaran Alat Ukur di SMKN 1 Madiun. Skripsi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Purnomo S.T. M.Pd. (II) Drs. Imam Sudjono M.T. Kata kunci adversity quotient motivasi berprestasi prestasi belajar Prestasi belajar merupakan hasil belajar yang dicapai peserta didik selama menempuh pendidikan. Prestasi belajar yang akan dicapai seringkali dihadapkan pada kondisi berupa tantangan dan kesulitan pada saat proses pencapaiannya. Tantangan dan kesulitan tersebut dapat diubah menjadi suatu peluang untuk mencapai prestasi belajar seperti dalam penjelasan teori Adversity Quotient (AQ). Selama menghadapi tantangan dan kesulitan tersebut diperlukan suatu dorongan atau motivasi baik motivasi intrinsik maupun ekstrinsik yang digunakan dalam mencapai prestasi belajar yang baik motivasi tersebut adalah motivasi berprestasi. Setiap mata pelajaran yang disajikan di sekolah pasti memiliki tingkat kesukarannya masing-masing seperti halnya mata pelajaran Alat Ukur yang disajikan pada kelas X semester gasal di SMKN 1 Madiun. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan Adversity Quotient (AQ) motivasi berprestasi dan prestasi belajar siswa kelas X. Selain itu juga untuk mengetahui hubungan Adversity Quotient (AQ) dengan prestasi belajar siswa kelas X mengetahui hubungan motivasi berprestasi dengan prestasi belajar siswa kelas X mengetahui hubungan Adversity Quotient (AQ) motivasi berprestasi dengan prestasi belajar siswa kelas X. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas X Teknik Pemesinan SMKN 1 Madiun. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling (33 siswa). Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan korelasi parsial dan regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh enam simpulan sebagai berikut. Pertama Adversity Quotient (AQ) siswa kelas X Teknik Pemesinan SMKN 1 Madiun tergolong tinggi sebesar 54 5%. Kedua motivasi berprestasi siswa kelas X Teknik Pemesinan SMKN 1 Madiun tergolong tinggi sebesar 60 6%. Ketiga prestasi belajar siswa kelas X Teknik Pemesinan SMKN 1 Madiun tergolong tinggi sebesar 60 6%. Keempat terdapat hubungan positif yang signifikan antara Adversity Quotient (AQ) dengan prestasi belajar (rx1.y 0 353 dan p 0 05). Kelima terdapat hubungan positif yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan prestasi belajar (rx2.y 0 355 dan p 0 05). Keenam terdapat hubungan positif yang signifikan antara Adversity Quotient (AQ) motivasi berprestasi dengan prestasi belajar (rx1.x2.y 0 698 dan p 0 05). Saran bagi siswa diharapkan memiliki daya tahan terhadap kesulitan dan dapat menjaga motivasi yang mereka miliki sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar yang baik bagi Guru diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai teori Adversity Quotient (AQ) dan motivasi berprestasi kepada siswa agar termotivasi dalam pencapaian prestasi belajar selama menempuh pendidikan.