Skripsi
Implementasi pengembangan kurikulum muatan lokal pertanian di SMA Diponegoro Tumpang Kabupaten Malang / Farichatul Islamiyah
Abstrak
Islamiyah Farichatul. 2014. Implementasi Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Pertanian di SMA Diponegoro Tumpang Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Anselmus J.E. Toenlioe M.Pd (2) Eka Pramono Adi S.I.P M.Si Kata Kunci implementasi pengembangan kurikulum muatan lokal pertanian Indonesia sebagai negara berkembang memiliki potensi kekayaan alam yang luar biasa termasuk juga potensi sosial seni budaya kebiasaan adat istiadat bahasa lingkungan dan keterampilan fungsional yang menunjukkan karakteristik tradisional daerah. Kekayaan tersebut harus dikembangkan salah satunya melalui jalur pendidikan. Pengembangan kurikulum terutama kurikulum muatan lokal merupakan upaya untuk membantu memaksimalkan potensi daerah. 12288 12288 12288 12288 Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses identifikasi keadaan dan kebutuhan daerah dalam pengembangan kurikulum muatan lokal pertanian mendeskripsikan proses analisis tugas pelaku lapangan kerja dalam pengembangan kurikulum muatan lokal pertanian mendeskripsikan proses perumusan silabus dan RPP kurikulum muatan lokal pertanian dan mendeskripsikan proses validasi silabus dan RPP kurikulum muatan lokal pertanian di SMA Diponegoro Tumpang. Analisis data penelitian menggunakan reduksi data yang kemudian dilakukan penyajian data lalu ditarik kesimpulan dan verifikasi. 12288 12288 12288 12288 Hasil penelitian ini yaitu identifikasi keadaan dan kebutuhan daerah dilakukan sekolah berdasarkan potensi daerah Tumpang yaitu pertanian sekolah belum melakukan analisis tugas pelaku lapangan kerja dalam pengembangan kurikulum muatan lokal pertanian penyusunan silabus dan RPP dilakukan secara individu oleh guru muatan lokal dan sekolah belum melakukan validasi terhadap dokumen kurikulum berupa silabus dan RPP. 12288 12288 12288 12288 Berdasarkan hasil penelitian saran yang bisa diberikan bagi sekolah yaitu melakukan identifikasi keadaan dan kebutuhan daerah berdasarkan dunia usaha atau instansi terkait melakukan analisis tugas pelaku lapangan kerja penyusunan silabus dan RPP dilakukan bersama-sama dengan kepala sekolah tim pengembang kurikulum dan guru muatan lokal pertanian dan melakukan validasi terhadap silabus dan RPP. Bagi guru yaitu metode pembelajaran dan sumber belajar yang digunakan oleh guru muatan lokal hendaknya lebih bervariatif untuk menambah pengetahuan yang didapat siswa. Dan bagi peneliti selanjutnya yaitu melakukan penelitian terkait dengan pelaksanaan dan evaluasi kurikulum muatan lokal pertanian di SMA Diponegoro Tumpang.