Skripsi
Pengembangan Lembar Kerja Siswa berbasis Realistic Mathematics Education untuk membangun kemampuan berpikir matematis siswa dalam materi permutasi dan kombinasi di SMK / Puri Wiranti
Abstrak
Wiranti Puri. 2014. Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Realistic Mathematics Education untuk Membangun Kemampuan Berpikir Matematis Siswa pada Materi Permutasi dan Kombinasi di SMK. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Erry Hidayanto M.Si. Kata Kunci LKS realistic mathematics education berpikir matematis permutasi dan kombinasi 12288 12288 12288 12288 Berpikir matematis merupakan kemampuan siswa dalam kecakapan menggunakan akal untuk meningkatkan ide-ide brilian berdasarkan proses specializing generalizing conjecturing dan convincing dalam menyelesaikan masalah matematika. Specializing (mengkhususkan) adalah tahap dimana siswa menyederhanakan masalah. Dalam RME specializing masuk pada saat siswa memodelkan masalah. generalizing (menggeneralisasikan) adalah tahap dimana siswa memungkinkan penyelesaian masalah. conjecturing (memperkirakan) adalah tahap dimana siswa menyelesaikan masalah dianggap benar tetapi belum dibuktikan. convincing (meyakinkan) adalah tahap dimana siswa membuktikan sehingga menjadi jawaban benar (kesimpulan). Pada siswa SMK kebanyakan mengalami kesulitan dalam aspek specializing siswa masih sering melakukan kesalahan dalam membedakan permutasi dan kombinasi khususnya dalam menggunakan aturan permutasi ataukah kombinasi. 12288 12288 12288 12288 LKS yang dikembangkan menggunakan pendekatan RME yang merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang akan menggiring siswa memahami konsep matematika dengan mengkonstruksi sendiri melalui pengetahuan sebelumnya yang berhubungan dengan kehidupan sehari-harinya serta memberi kesempatan siswa untuk membangun kemampuan berpikir matematisnya. Tujuan penelitian dan pengembangan adalah untuk menghasilkan LKS berbasis Realistic Mathematis Education yang valid dan efektif sehingga dapat digunakan untuk membangun kemampuan berpikir matematis siswa pada materi permutasi dan kombinasi. LKS ini mengacu pada model 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan (1974) yang telah dimodifikasi. Tidak semua tahapan pada model 4-D digunakan karena disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan bahan ajar yang berupa LKS diantaranya adalah pendefinisian (define) perancangan (design) dan pengembangan (develop) dikarenakan keterbatasan waktu serta biaya. Berdasarkan hasil validasi dan hasil uji coba produk yang telah diuraikan pada bab IV secara keseluruhan LKS yang dikembangkan dinyatakan valid menurut penilaian validator dan berkriteria efektif berdasarkan analisis hasil uji coba kepada siswa. Jadi dapat disimpulkan bahwa LKS yang dikembangkan layak digunakan untuk membangun kemampuan berpikir matematis siswa pada permutasi dan kombinasi. Disarankan kepada pengembang-pengembang lainnya untuk mengujicobakan LKS ini kepada siswa dalam kelompok yang lebih besar dan menerapkan tiga prinsip dan lima karakteristik RME dengan memperhatikan karakter siswa lokal sebagai calon pengguna.