Skripsi
Pengaruh mekanisme good corporate governance terhadap kinerja keuangan dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol (studi pada badan usaha milik negara yang terdaftar di bursa efek indonesia periode 2011-2012) / Ika Velayati al Hikmah
Abstrak
Hikmah Ika Velayati Al. Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Kontrol (Studi Pada Badan Usaha Milik Negara Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2012). Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hj. Endang Sri A. S.E. M.Si. Ak. (II) Dr. Cipto wardoyo S.E. M.Si. Ak CA. Kata kunci mekanisme good corporate governance kinerja keuangan ukuran perusahaan Badan Usaha Milik Negara 12288 12288 12288 12288 Buruknya kinerja BUMN yang dihitung dengan return on investment menyebabkan BUMN harus melakukan pembenahan kinerja manajemen. Beberapa cara yang bisa meningkatkan kinerja BUMN adalah penerapan mekanisme good corporate governance (GCG) di antaranya proporsi dewan komisaris independen dan jumlah komite audit. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah proporsi dewan komisaris independen dan jumlah komite audit dapat mempengaruhi return on investment dengan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. 12288 12288 12288 12288 Populasi penelitian ini adalah BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sedangkan pemilihan sampel menggunakan purposive sampling sehingga sampel yang terkumpul terdiri dari 15 sampel BUMN dengan kriteria 1) terdaftar di BEI tahun 2011 dan 2012 2) mengeluarkan laporan keuangan tahunan secara berturut-turut tahun 2011 dan 2012 3) data organ perusahaan tersedia lengkap berturut-turut tahun 2011 dan 2012. Metode statistik menggunakan analisis regresi linier berganda. 12288 12288 12288 12288 Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi dewan komisaris independen dan jumlah komite audit berpengaruh positif terhadap return on investment. Hal ini berarti peningkatan proporsi dewan komisaris independen dan jumlah komite audit mampu meningkatkan return on investment. Di sisi lain ukuran perusahaan tidak mampu mengontrol pengaruh proporsi komisaris independen dan jumlah komite audit terhadap return on investment. Hal ini diduga disebabkan oleh perbedaan karakteristik perusahaan karena BUMN yang menjadi sampel pada penelitian terdiri dari berbagai bidang usaha dan mencakup semua holding BUMN yang melakukan go public. Perusahaan dengan bidang usaha yang berbeda mempunyai kondisi aset dan laba yang berbeda. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini menyatakan bahwa proporsi dewan komisaris independen dan jumlah komite audit berpengaruh positif terhadap return on investment. Saran yang diajukan untuk penelitian selanjutnya yakni menggunakan variabel independen variabel dependen dan variabel kontrol yang lain serta menambah sampel dan rentang waktu penelitian.