Tugas Akhir
Evaluasi sistem akuntansi penggajian bagian marketing sebagai penunjang pengendalian internal di PT. Best Profit Futures Cabang Malang / Fitri Nur Aisyah Puspitasari
Abstrak
Puspitasari Fitri Nur Aisyah. 2014. Evaluasi Sistem Akuntansi Penggajian bagian Marketing sebagai Penunjang Pengendalian Internal di PT. Best Profit Futures Cabang Malang Tugas Akhir Program Studi D3 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Nurika Restuningdiah S.E. M.Si CA. Kata Kunci Sistem Akuntansi Penggajian Pengendalian Internal 12288 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem akuntansi penggajian yang telah berjalan selama ini pada PT. Best Profit Futures serta apakah sistem akuntansi penggajian tersebut telah baik dan memenuhi unsur pengendalian internal. 12288 12288 12288 12288 12288 Sistem akuntansi penggajian merupakan salah satu sistem pokok harus dilaksanakan dalam suatu perusahaan. Sistem ini mempunyai peranan sangat penting demi berlangsungnya kegiatan pokok perusahaan. Sistem akuntansi penggajian memiliki perhatian khusus karena menyangkut kelangsungan hidup perusahaan. Karena sistem ini sangat penting maka diperlukan pengendalian internal sebagai evaluasi pada perusahaan untuk menghindarkan perusahaan dari bentuk kecurangan dan ancaman apapun. Dari hasil analisis yang dilakukan penulis terhadap sistem akuntansi penggajian PT. Best Profit Futures Cabang Malang marketing adalah SDM yang penting bagi perusahaan dalam mewujudkan tujuan perusahaan. Marketing yang terdapat di PT. Best Profit Futures Cabang Malang antara lain Senior Executive Manager Excekutive Manager Senior Bisnis Manager Bisnis Manager Senior Bisnis Consultant Bisnis Consultant. Pada sistem akuntansi penggajian bagian marketing inilah ditemukan beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki sehingga proses penyelenggaraan sistem akuntansi penggajian pada PT. Best Profit Futures Malang bisa lebih baik lagi. Beberapa kelemahan dari hasil evaluasi sistem akuntansi penggajian itu diantaranya kecurangan karyawan yang membolos pada jam kerja dan tidak adanya pemisahan fungsi antara pencatatan dan pembayarn gaji karyawan pada sie finance. Sehingga Penulis menyarankan perlu adanya absensi keluar dan surat izin dari atasan bagi karyawan yang memiliki keperluan juga bagi karyawan yang bertugas di lapangan harus ada pengawasan khusus dari pihak perusahaan dan adanya pemisahan fungsi tanggung jawab dari sie finance dalam pencatatan penggajian dan penambahan lini sie akuntansi dalam pembayaran gaji karyawan sehingga adanya perekrutan karyawan baru yang ditempatkan pada sie akuntansi.