Disertasi
Pembelajaran berwawasan multikultural di Sekolah Dasar Negeri 6 Palu / Ahmad Syahid
Abstrak
Syahid Ahmad. 2014. Pembelajaran Berwawasan Multikultural di Sekolah Dasar Negeri 6 Palu. Disertasi. Program Studi Teknologi Pembelajaran Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. I Wayan Ardhana MA (II) Prof. Dr. I Nyoman S. Degeng M.Pd (III) Prof. Dr. H. Punaji Setyosari M.Pd. M.Ed Kata Kunci Pembelajaran Multikultural SD Negeri 6 Palu. Masyarakat multikultural adalah ciri khas dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia. Kebhinekaan di satu pihak dapat menjadi aset yang sangat berharga sepanjang tetap dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila tetapi sebaliknya dapat menjadi penyebab konflik apabila yang dikedepan kan oleh anggota masyarakat adalah etnosentrisme prasangka etnik eksklusivisme ekstrimisme intoleransi egoisme hegemoni dan dominasi terhadap pihak lain. Bhinneka Tunggal Ika merupakan komitmen multikulturalisme yang amat luar biasa yang mengakui adanya heterogenitas etnik budaya agama gender akan tetapi menuntut persatuan dalam komitmen politik. Tujuan penelitian secara rinci adalah (1) Mendeskripsikan perencanaan pembe lajaran berwawasan multi kul tural (2) Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran berwawasan multi kul tural dan (3) Mengetahui dampak pembelajaran berwawasan multikul tural pada pebelajar dan guru di Sekolah Dasar Negeri 6 Palu. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian dilaksanakan pada tahun pelajaran 2011/2012 dan 2012/2013 dengan obyek penelitian kelas III dan kelas IV. Instrumen pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi. Subyek penelitian adalah kepala sekolah guru dan pebelajar. Sesuai dengan fokus penelitian ada 3 hal yang diungkap yaitu (1) perencanaan pembelajaran berwawasan multi kul tural (2) pelaksanaannya dan (3) dampaknya bagi pebelajar dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran berwawasan multi kul tural di SD Negeri 6 Palu didasarkan pada latar belakang kondisi objektif heterogen di sekolah dan mengangkat tema nilai-nilai kearifan budaya lokal masyarakat Kota Palu seperti Nasarara Nosabatutu (bersama kita satu) Mangge Doka (tukang dokar) Belo Ravakia Belo Rakava (apa yang kita perbuat itulah yang kita dapatkan) Maliuntinuvu (kerjasama) Uta Kelo (sayur kelor) dan Tadulako Kaili. yang dituangkan dalam RPP Tematik Kontekstual dengan menginteg rasikan 10 materi pokok yang dikembang kan sebagai materi esensial. Pilihan metode dan strategi yang digunakan dalam pembelajaran berwawasan multikultural antara lain (a) Ceramah (b) Tanya jawab (c) Bermain Peran (d) Diskusi (e) Simulasi (f) Ketela danan (g) CTL. Metode dan strategi pembelajaran tersebut divariasikan sesuai dengan tema pem belajaran. Pelaksanaan pembelajaran berwawasan multi kul tural di SD Negeri 6 Palu mengacu pada RPP yang telah di desain dan dilakukan melalui tahapan sebagai berikut (1) pembagian kelompok multikultural (2) mengungkapkan budaya sendiri dan penilaian budaya lain dan tema-tema kearifan budaya lokal pebelajar meng ekspresikan tema-tema tersebut dalam bentuk karangan/puisi lukisan/gambar terhadap fenomena budaya dalam lingkungan masyarakat Kaili Kota Palu. (3) meme cah kan masalah keragaman budaya dengan metode diskusi kelompok (4) mengekspresikan budaya dan (5) refleksi pembelajaran dengan meminta pebelajar mengung kapkan karyanya dalam bentuk karangan puisi gambar sesuai dengan pengalaman pebelajar di masyarakat. Dampak pembelajaran berwawasan multikul tural di SD Negeri 6 Palu telah memberikan pengaruh kepada guru dan pebelajar antara lain pembelajaran lebih aktif kreatif efektif dan menyenangkan di dalam kelas dan di luar kelas. Pebelajar memiliki kesadaran untuk saling menghargai dan menghormati keragaman budaya sesama pebelajar dan sedini mungkin dapat menghindari konflik sosial yang terjadi di masyarakat serta menjadi inovasi pembelajaran (hal baru dari aspek pembelajaran berwawasan multikul tural). Pengintegrasian nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran selaras dengan pengembangan 3 pilar MBS (Manajemen Berbasis Sekolah) yaitu (a) Manajemen Sekolah (2) PAKEM Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (3) Partisipasi Masyarakat. Sebagai saran atau rekomendasi kepada pihak-pihak yang terkait dan berkepentingan di dalamnya (1) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pembelajaran multikultural di sekolah adalah sebagai salah satu upaya dan strategi yang memiliki keutamaan-keutamaan (a) memberikan terobosan baru pembelajaran yang mampu meningkatkan empati dan mengurangi prasangka dan diharapkan dapat menghindari konflik tanpa kekerasan (nonviolent) (b) mengedepan kan proses interaksi sosial (c) pembelajaran menjadi lebih efisien dan efektif kolaboratif dan memiliki komitmen yang tinggi dalam kehidupan masyarakat yang majemuk (d) memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia dalam penyelesaian dan mengelola konflik yang bernuansa SARA yang timbul di masyarakat dengan baik. (2) Sekolah Dasar melalui pembelajaran multikultural pebelajar dapat mencapai kesuksesan dalam mengurangi prasangka dan diskriminasi dan memberikan pengalaman serta hak yang sama dalam pendidikan dan pembelajaran. di samping itu memasukkan tema-tema kearifan budaya lokal dalam pembelajaran bukan sekedar untuk mengenal identitas kelokalannya melainkan dapat berinteraksi lebih luas di masyarakat dengan aman damai dan sejahtera.