Skripsi
Manajemen kurikulum dan pembelajaran pada lembaga kursus dan pelatihan bahasa inggris (studi kasus di mahesa institute pare kediri) / Diah Nur Kholifah
Abstrak
Kholifah Diah Nur. 2014. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran pada Lembaga Kursus dan Pelatihan Bahasa Inggris (Studi Kasus di Mahesa Institute Pare Kediri). Skripsi Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Imron Arifin M.Pd (II) Dr. Hj. Maisyaroh M.Pd. Kata Kunci Bahasa Inggris Kampung Inggris Lembaga Kursus dan Pelatihan Mahesa Institute Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran. 12288 12288 12288 12288 Mahesa Institute merupakan salah satu lembaga kursus dan pelatihan Bahasa Inggris yang berada di Kampung Inggris Pare Kediri. Mahesa Institute telah berdiri sejak tahun 1998 dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan pendidikan Bahasa Inggris yang berkualitas kepada masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Mahesa Institute adalah melakukan updating kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan yang terjadi di lingkungan masyarakat. Mahesa Institute memiliki dua jenis kurikulum yaitu kurikulum Mahesa Institute dan kurikulum Mahesa Camp. Kedua kurikulum tersebut digunakan sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran baik di Mahesa Institute sendiri maupun di Mahesa Camp. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yaitu perencanaan kurikulum Mahesa Institute program-program pembelajaran Mahesa Institute evaluasi kurikulum Mahesa Institute perencanaan pembelajaran Mahesa Institute implementasi pembelajaran Mahesa Institute evaluasi pembelajaran Mahesa Institute serta manajemen kurikulum dan pembelajaran Mahesa Camp. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian dipaparkan dalam bentuk bahasa atau kata-kata dan flow chart. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Di dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrumen kunci atau instrumen utama. Untuk pengecekan keabsahan temuan peneliti melakukan perpanjangan pengamatan peningkatan ketekunan triangulasi data yakni menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik serta menggunakan bahan referensi. Kegiatan analisis data dilakukan dengan reduksi data display data dan verifikasi data. 12288 12288 12288 12288 Berdasarkan pembahasan diperoleh tujuh kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama kurikulum yang digunakan di Mahesa Institute merupakan kurikulum lokal yang disusun sendiri oleh pihak Mahesa Institute berdasarkan kebutuhan dan perkembangan yang terjadi di masyarakat. Penyusunan kurikulum Mahesa Institute melibatkan seluruh pihak di lembaga tersebut dan menggunakan media yang relevan. Proses penyusunan kurikulum Mahesa Institute meliputi pengumpulan data rapat dan pengambilan keputusan. Ada beberapa komponen di dalam kurikulum Mahesa Institute yaitu latar belakang tujuan metode program pembelajaran dan evaluasi. 12288 12288 12288 12288 Kedua Mahesa Institute mengembangkan program-program pembelajaran yang diklasifikasikan menjadi dua kelompok berdasarkan waktu pelaksanaannya yaitu program reguler dan program non-reguler. Program reguler dilaksanakan setiap hari sedangkan program non-reguler dilaksanakan pada musim liburan sekolah dan berdasarkan kesepakatan yang dibuat oleh peserta didik dan Mahesa Institute. Ketiga evaluasi kurikulum di Mahesa Institute dilakukan setiap saat apabila diperlukan. Artinya apabila ada perubahan baru yang terjadi di lingkungan masyarakat Mahesa Institute akan segera melakukan pembaharuan agar dapat selalu update. Keempat konsep pembelajaran di Mahesa Institute adalah enjoy for learning artinya menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan dalam kegiatan pembelajaran. Mahesa Instutute juga membuat lesson plan sebagai panduan instruktur dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. 12288 12288 12288 12288 Kelima pelaksanaan pembelajaran di Mahesa Institute dilakukan pada hari Senin sampai dengan Jumat dengan durasi 90 menit setiap pertemuan. Untuk menunjang kegiatan pembelajaran Mahesa Institute menyediakan berbagai fasilitas meliputi ruang kelas modul dan buku laboratorium bahasa halaman yang luas dan fasilitas wifi. Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah diskusi modeling presentasi serta menggunakan strategi innovative learning dalam proses pembelajaran. Bahasa pengantar yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran mayoritas adalah Bahasa Inggris. Hal tersebut bertujuan agar peserta didik membiasakan diri dan menyesuaikan diri untuk berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Namun tidak menutup kemungkinan dalam kegiatan pembelajaran menggunakan Bahasa Indonesia dengan menyesuaikan materi yang dipelajari. Keenam jenis evaluasi pembelajaran yang dilakukan di Mahesa Institute adalah evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik tes dan non-tes. Kriteria penilaian dalam evaluasi pembelajaran di Mahesa Institute meliputi performance kedisiplinan penguasaan materi dan kemampuan berbahasa. Setelah dilakukan evaluasi pembelajaran Mahesa Institute memberikan hasil evaluasi belajar dalam bentuk skor dan sertifikat sebagai tanda kelulusan peserta didik. Ketujuh selain melaksanakan kegiatan pembelajaran di Mahesa Institute kegiatan pembelajaran juga dilakukan di Mahesa Camp atau tempat tinggal bagi peserta didik. Oleh karena itu Mahesa Institute mendesain kurikulum yang berbeda dan lebih aplikatif. Namun dalam pelaksanaannya Mahesa Institute belum menyusun lesson plan sebagai panduan tutor melaksanakan pembelajaran sehingga kegiatan pembelajaran dilaksanakan sesuai agenda atau jadwal yang dibuat oleh Mahesa Institute. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di Mahesa Camp meliputi kegiatan pembelajaran kegiatan keagamaan dan kegiatan sehari-hari. Bahasa pengantar yang digunakan dalam pembelajaran di Mahesa Camp adalah Bahasa Inggris karena di Mahesa Camp menerapkan English Area kepada peserta didiknya. Pelaksanaan evaluasi pembelajaran di Mahesa Camp tidak rutin dilaksanakan namun dalam kehidupan sehari-hari peserta didik selalu dipantau perkembangan kemampuan berbahasa Inggrisnya. Kegiatan pelaporan hasil belajar tidak dilakukan di Mahesa Camp melainkan diserahkan kepada masing-masing institusi tempat belajar peserta didik karena Mahesa Camp adalah wadah peserta didik untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga kegiatan pembelajaran pun dilakukan secara tidak formal. Kurikulum Mahesa Camp juga selalu di-update mengikuti perkembangan yang terjadi di lingkungan Kampung Inggris.