Skripsi
Studi tentang IMT dan tingkat kesegaran jasmani berdasarkan jenis kelamin dan tingkat kesegaran jasmani berdasarkan IMT pada siswa kelas 1 MI Mambaul Ulum Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang tahun ajaran 2013/2014 / Kukuh Basuki Rahmat
Abstrak
Rahmat Kukuh Basuki. 2014. Studi Tentang IMT dan Tingkat Kesegaran Jasmani Berdasarkan Jenis Kelamin dan Tingkat Kesegaran Jasmani Berdasarkan IMT Pada Siswa Kelai 1 MI Mambaul Ulum Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang Tahun Ajaran 2013/2014. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan dan Pendidikan Jasmani Kesehatan (gelar ganda) Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Mardianto M.Kes. Pembimbing (II) dr. Rias Gesang Kinanti M.Kes. Kata kunci Indeks Massa Tubuh (IMT) kesegaran jasmani. Di zaman modern ini manusia cenderung kurang aktif karena dimanjakan oleh teknologi yang berkembang pesat. Hal ini mengakibatkan turunnya tingkat kesegaran jasmani yang juga berimbas pada IMT yang kurang proporsional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan frekuensi IMT dan tingkat kesegaran jasmani berdasarkan jenis kelamin serta perbedaan frekuensi tingkat kesegaran jasmani berdasarkan IMT siswa kelas 1 MI Mambaul Ulum Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian survei. Lokasi penelitian dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Mambaul Ulum Tegalgondo. Sampel yang diambil adalah seluruh siswa kelas 1 yang berjumlah 36 anak yang terdiri dari 18 siswa berjenis kelamin laki-laki dan 18 siswa berjenis kelamin perempuan. Untuk mencari Indeks Massa Tubuh (IMT) seluruh siswa diukur tinggi dan berat badannya menggunakan instrumen tes antropometri. Alat ukur yang dipakai untuk mengukur tinggi badan adalah stochiometer dengan tingkat validitas 0 1 sentimeter sedangkan alat untuk mengukur berat badan menggunakan timbangan berat badan One Med Elegance dengan tingkat validitas 0 1 kilogram. Untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswa penulis menggunakan instrumen Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) Anak Usia 6 9 tahun yang terdiri dari lima butir tes yaitu (1) Lari sprint 30 meter diukur menggunakan stopwatch (2) Tes gantung siku diukur menggunakan stopwatch (3) Tes baring duduk 30 detik diukur dengan stopwatch dan alat pencatat (4) Loncat tegak diukur dengan papan berskala sentimeter dan (5) Tes lari 600 meter diukur dengan menggunakan stopwatch. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan rumus chi square (x2). Hasil dari analisis perbedaan fekuensi indeks massa tubuh dan tingkat kesegaran jasmani berdasarkan jenis kelamin dan tingkat kesegaran jasmani berdasarkan Indeks Massa Tubuh adalah sebagai berikut. Setelah dibandingkan dengan tabel x2 dengan taraf signifikansi 5 % frekuensi IMT berdasarkan jenis kelamin diperoleh x2 hitung 3 2727 lebih kecil dari x2 tabel 15 51. Hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan frekuensi Indeks Massa Tubuh berdasarkan jenis kelamin pada siswa kelas 1 MI Mambaul Ulum. Untuk Frekuensi tingkat kesegaran jasmani berdasarkan jenis kelamin diperoleh x2 hitung 0 666667 lebih kecil dari x2 tabel 15 51. Hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan frekuensi tingkat kesegaran jasmani berdasarkan jenis kelamin pada siswa kelas 1 MI Mambaul Ulum. Untuk Ferkuensi tingkat kesegaran jasmani berdasarkan IMT diperoleh x2 hitung 5 431879 lebih kecil dari x2 tabel 26 30. Hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara frekuensi tingkat kesegaran jasmani berdasarkan Indeks Massa Tubuh pada siswa kelas 1 MI Mambaul Ulum Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang 2013/2014.