Skripsi
Analisis perbedaan volume perdagangan saham dan volatilitas harga saham sebelum dan sesudah stock split (studi pada perusahaan go public di Bursa Efek Indonesia tahun 2012) / Jayanti Prianingsih
Abstrak
Prianingsih Jayanti. 2014. Analisis Perbedaan Volume Perdagangan Saham dan Volatilitas Harga Saham (Studi pada Perusahaan Go Public di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012). Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Eka Ananta Sidarta S.E M.M Ak (II) Dr. Suparti M.P. Kata Kunci stock split volume perdagangan saham volatilitas harga saham Stock split atau pemecahan saham adalah perubahan nilai nominal perlembar saham dengan menambah atau mengurangi jumlah saham yang beredar menjadi n lembar saham harga perlembar saham baru setelah pemecahan saham adalah 1/n dari harga saham perlembar sebelumnya. Harga saham yang terlalu tinggi membuat saham tersebut menjadi tidak fluktuatif dan tidak likuid sehingga volume perdagangan saham tersebut rendah. Untuk menyikapi hal tersebut banyak perusahaan melakukan stock split dengan tujuan agar perdagangan saham menjadi lebih likuid karena jumlah saham yang beredar menjadi lebih banyak dan dengan harga yang lebih rendah atau murah. Stock split bisa berakibat naiknya jumlah suatu transaksi serta saham yang sedang diperdagangkan yang mana volatilitas dari harga saham tersebut kemudian mengalami peningkatan Penelitian ini dilakukan pada 13 perusahaan yang terdaftar di BEI yang melakukan stock split pada tahun 2012. Penelitian ini menggunakan uji beda Wilcoxon Signed Ranks Test karena data berdistribusi tidak normal dengan periode pengamatan 20 hari yaitu 20 hari sebelum dan 20 hari sesudah stock split. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa pada hipotesis pertama tidak ada perbedaan rata-rata volume perdagangan sebelum dan sesudah pemecahan saham. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa investor di Indonesia tidak memberikan feedback yang cepat terhadap informasi yang diterimanya atau investor menganggap bahwa peristiwa pemecahan saham bukanlah good news sehingga tidak terjadi perbedaan volume perdagangan saham pada periode sebelum dan sesudah pemecahan saham. Sedangkan hipotesis kedua menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan volatilitas harga saham sebelum dan sesudah pemecahan saham. Tidak adanya perbedaan volalitas harga saham tersebut menunjukkan bahwa investor di bursa tidak memberikan reaksi yang berlebihan terhadap harga saham setelah stock split jadi meskipun ada perubahan harga tetapi perubahan tersebut tidak mencolok sehingga tidak menimbulkan perbedaan volatilitas harga yang mencolok.