Skripsi
Penerapan teknik problem posing pada penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa kelas X Bahasa SMA Negeri 1 Kepanjen / Oktavani Vebri Henitrawati
Abstrak
Henitrawati Oktavani Vebri. 2014. Penerapan Teknik Problem Posing pada Penguasaan Kosakata Bahasa Jerman Siswa Kelas X Bahasa SMA Negeri 1 Kepanjen. Skripsi Jurusan Sastra Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dewi Kartika Ardiyani S.Pd. M.Pd. Pembimbing (II) Iwa Sobara S.Pd. M.A. Kata Kunci teknik pembelajaran Problem Posing kosakata Kosakata merupakan hal terpenting yang harus dikuasai siswa dalam belajar bahasa. Penguasaan kosakata merupakan hal yang tidak dapat diabaikan dalam mencapai penguasaan bahasa. Pembelajaran kosakata hendaknya memiliki variasi agar pembelajaran tidak terasa membosankan. Berdasarkan pengamatan selama Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) guru masih menggunakan metode ceramah sehingga siswa kurang termotivasi untuk mengikuti pembelajaran bahasa Jerman dan juga masih banyak siswa kurang menguasai kosakata bahasa Jerman. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan sebuah teknik pembelajaran yang menarik dan dapat membantu siswa dalam menguasai kosakata. Salah satunya adalah teknik Problem Posing yaitu sebuah teknik pembelajaran yang mewajibkan para siswa untuk membuat dan mengajukan soal (pertanyaan) secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknik Problem Posing pada penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa kelas X bahasa SMA Negeri 1 Kepanjen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian sekaligus sumber data penelitian ini adalah siswa kelas X bahasa SMA Negeri 1 Kepanjen yang berjumlah 20 siswa. Data diperoleh dari hasil observasi dan angket. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi dan lembar angket. Pengecekan keabsahan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik Problem Posing dapat membuat siswa aktif dan antusias dalam kegiatan pembelajaran. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil observasi dan hasil angket. Penerapan teknik ini juga mampu membantu siswa menguasai kosakata bahasa Jerman. Teknik ini dianggap menarik dan dapat memotivasi siswa dalam pembelajaran bahasa Jerman khususnya dalam pembelajaran kosakata di kelas X bahasa.