Skripsi
Pelaksanaan penilaian autentik pada mata pelajaran IPA kelas V Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Sananwetan Kota Blitar / Shofa Na\'im
Abstrak
Na im Shofa. 2014. Pelaksanaan Penilaian Autentik Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar Negeri se- Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Program Studi S1 PGSD FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Lilik Bintartik M.Pd. (2) Dra. Wasih DS M.Pd. Kata Kunci penilaian autentik mata pelajaran IPA. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan hasil observasi di salah satu Sekolah Dasar Negeri di Kota Blitar. Sekolah Dasar tersebut melaksanakan penilaian IPA dengan tes tulis dan tidak menggunakan jenis tes lain sebagai bentuk penilaian autentik sesuai amanat kurikulum. IPA yang semestinya dapat menjadi sarana belajar yang otentik dalam kehidupan peserta didik tidak mampu mewadahi semua aspek perkembangan peserta didik. Aspek kognitif tingkat rendah sampai tinggi aspek afektif dan aspek psikomotor tidak dimunculkan dalam pembelajaran. Peserta didik tidak diajak untuk mengenali proses-proses IPA sikap-sikap ilmiah IPA dan produk-produk IPA. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis penilaian autentik yang dilaksanakan pada mata pelajaran IPA kelas V SDN se-Kecamatan Sananwetan Kota Blitar (2) mendeskripsikan pelaksanaan penilaian autentik pada mata pelajaran IPA kelas V SDN se-Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel yang diambil adalah 100% (sampel total) yang terdiri dari guru IPA kelas V pada 17 SDN se-Kecamatan Sananwetan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket pedoman penilaian RPP dan pedoman wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis data kuantitatif dengan penghitungan rata-rata persentase dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian autentik yang dilaksanakan oleh 17 responden terdiri dari penilaian tes tulis penilaian tes kinerja penilaian proyek penilaian produk dan penilaian portofolio. Perolehan skor pelaksanaan menujukkan bahwa penilaian autentik belum dilaksanakan dengan maksimal. 29% responden memperoleh kualifikasi SK 47% responden memperoleh kualifikasi K dan 24% memperoleh kualifikasi C. Guru disarankan untuk melaksanakan penilaian autentik pada mata pelajaran IPA dengan sebenarnya sesuai dengan petunjuk kurikulum dan petunjuk penilaian autentik. Dengan demikian hasil dari penilaian dapat menggambarkan tentang apa yang diperoleh apa yang diketahui dan apa yang dapat dilakukan peserta didik sebagai hasil dari belajar.