UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Kurikulum pendidikan di Indonesia pada masa Orde Baru ditinjau dari sudut pandang Paulo Freire / Ahmad Arifin

Arifin, Ahmad - Nama Orang;

Abstrak
Arifin Ahmad. 2014. Kurikulum Pendidikan Di Indonesia Pada Masa Orde Baru Ditinjau Dari Sudut Pandang Paulo Freire. Skripsi Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Hariyono M.Pd (II) Drs. Mashuri M.Hum. Kata Kunci Kurikulum Kurikulum Pada Masa Orde Baru Paulo Freire Konsep pendidikan gaya bank dan hadap masalah yang dikemukakan Paulo Freire banyak dikaji di Indonesia disandingkan dengan konsep pendidikan lainnya seperti konsep pendidikan Islam namun belum ada yang menggunakannya sebagai peninjau kurikulum yang diterapkan terutama pada masa Orde Baru. Sehingga belum ada pandangan atau prespektif mengenai kurikulum tersebut dari sudut pandang pendidikan Paulo Freire. Berkaitan dengan itu maka perlu dilakukan pembahasan mengenai kurikulum yang diterapkan pada masa Orde Baru jika ditinjau dari sudut pandang Paulo Freire. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kurikulum pendidikan pada masa Orde Baru jika ditinjau dari sudut pandang pendidikan Paulo Freire. Konsep pendidikan gaya bank serta hadap masalah yang dikemukakannya akan menjadi landasan untuk melihat kurikulum yang telah diterapkan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah konsep pendidikan Paulo Freire (2) Bagaimanakah perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia pada masa Orde baru (3) Bagaimanakah kurikulum pendidikan di Indonesia pada masa Orde baru ditinjau dari sudut pandang Paulo Freire. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka (library research) dengan menggunakan metode penelitian historis yaitu melalui empat tahap seperti heuristik kritik interprestasi dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat diperolah hasil penelitian sebagai berikut. Pertama kurikulum 1968 menekankan pada pengorganisasian materi atau menggabungkan antara materi yang satu dengan materi yang lainnya sesuai dengan bidang yang sama. Kurikulum ini dalam sudut pandang Freire menggunakan konsep pendidikan gaya bank dan masih menjadi alat bagi pemerintah Orde baru untuk menjinakan masyarakat lewat pendidikan. Kedua kurikulum 1975 atau yang lebih dikenal dengan kurikulum PPSP (proyek perintis pembangunan sekolah) menggunakan pendekatan stimulus respon (rangsang jawab). Kurikulum ini menggunakan konsep pendidikan hadap masalah dengan menempatkan murid sebagi subjek belajar. Selain itu kurikulum ini akan lebih baik jika guru dalam mengajar menerapkan sistem yang disebut dengan hidden curiculum atau kurikulum tersembunyi. Ketiga kurikulum 1984 menggunakan pendekatan CBSA (cara belajar siswa aktif). Kurikulum ini memusatkan pembalajaranya pada keaktifan murid sehingga dapat dikakatan menggunakan konsep pendidikan hadap masalah dalam konsep pendidikan Freire. Akan tetapi pada kurikulum ini terjadi domestikasi (penjianakan) dengan menambahkan mata pelajaran Pendidikan Perjuangan Bangsa dimana sarat dengan muatan politis penguasa. Kurikulum 1994 menggunakan pendekatan isi atau substansi dimana isi materi akan lebih diperdalam sesuai dengan jenjang sekolah yang ditempuh. Hal ini berimbas pada kepadatan materi yang harus diberikan kepada murid. Proses pembelajaran tidak lagi berpusat pada murid dan cenderung berpusat pada guru sehingga pendidikan yang diterapkan merupakan pendidikan gaya bank. Kurikulum akan lebih baik jika dalam penyusunannya tidak lagi dibarengi dengan muatan-muatan politis terutama hal yang menyangkut kekuasaa. Domestikasi (penjinakan) hendaknya dialihkan kepada Consientisasi (kesadaran). Oleh karena itu kurikulum sebagai pedoman dasar mengajar perlu diisi dengan konsep-konsep pendidikan yang sesuai agar pendidikan tidak lagi dijadikan sebagai alat dominasi penguasa melainkan sebagai alat untuk memahami realitas yang ada seperti yang diungkaplan oleh Paulo Freire ataupun pemikir pendidikan lainnya. Diharapkan ada penelitian selanjutya agar konsep pendidikan Freire tidak hanya dijadikan sebagai pembanding konsep pendidikan lainnya tetapi dijadikan sebagai peninjau sebuah kebijakan pendidikan terutama kurikulum.


Informasi Detail
DDC
Rs 375.0009 ARI k
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Sejarah, 2014.
Deskripsi Fisik
xii, 140 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
03296/KI/14
Edisi
Skripsi (Sarjana)-- Universitas Negeri Malang, 2014
Subjek
1. KURIKULUM - ORDE BARU - SEJARAH
Pembimbing
1. Hariyono ; 2. Mashuri
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik