Skripsi
Penerapan pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan pemahaman materi balok bagi siswa kelas VIIIF SMP Negeri 1 Pasuruan / Nur Faizah
Abstrak
Faizah Nur. 2014. Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Balok bagi Siswa Kelas VIIIF SMP Negeri 1 Pasuruan. Skripsi Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. I Nengah Parta S.Pd M.Si. Kata Kunci Pembelajaran berbasis masalah pemahaman konsep 12288 12288 12288 12288 Keterlibatan siswa dalam suatu proses pembelajaran untuk menemukan konsep yang dipelajari sangatlah diperlukan. Selain itu dalam proses pembelajaran juga diperlukan penerapan konsep dalam dunia nyata. Namun hal ini tidak ditemukan oleh peneliti saat melakukan observasi awal di kelas VIIIF SMP Negeri 1 Pasuruan. Kegiatan pembelajaran yang terjadi adalah guru memberikan materi pembelajaran secara jelas ke siswa sehingga dalam kelas tidak tampak keaktifan siswa dalam menemukan konsep yang dipelajari. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu metode yang membutuhkan keaktifan siswa untuk menemukan konsep materi yang dipelajari melalui permasalahan dalam kehidupan sehari-hari salah satunya dengan menerapkan pembelajaran berbasis masalah. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran berbasis masalah yang dapat meningkatkan pemahaman materi balok bagi siswa kelas VIIIF SMP Negeri 1 Pasuruan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi. Dalam penelitian ini pemahaman konsep siswa dapat dilihat dari dua aspek yaitu ketuntasan belajar siswa yang meliputi hasil LKS dan tes akhir tindakan dan hasil pengamatan selama tindakan berlangsung yang meliputi pengamatan aktivitas guru dan siswa. 12288 12288 12288 12288 Berdasarkan pelaksanaan tindakan pada siklus I pada kegiatan penyelidikan beberapa kelompok masih bekerja secara individu dalam menyelesaikan LKS . Oleh karena itu perbaikan pada tindakan siklus II guru lebih menegaskan dan memotivasi siswa untuk bekerja secara kelompok. Pada siklus I diperoleh ketuntasan belajar siswa dari hasil LKS adalah 88 7 dan pada siklus II mencapai 93 9 sehingga keduanya dalam kategori sangat baik. Ketuntasan belajar siswa berdasarkan hasil tes akhir tindakan pada siklus I adalah 59 1% dan pada siklus II mencapai 86 36%. Dari hasil pengamatan juga diperoleh rata-rata hasil aktivitas guru dan siswa dalam kategori sangat baik. Langkah-langkah pembelajaran berbasis masalah yang dapat meningkatkan pemahaman siswa antara lain (1) orientasi tentang permasalahan kepada siswa yaitu guru memberikan permasalahan kehidupan sehari-hari siswa yang berkaitan dengan balok melalui LKS dan memberikan gambaran secara umum mengenai masalah tersebut (2) pengorganisasian siswa untuk menyelidiki yaitu guru meminta setiap kelompok melakukan penyelidikan untuk menyelesaikan permasalahan di LKS (3) membantu penyelidikan individu maupun kelompok yaitu guru sebagai fasilitator membantu siswa apabila mengalami kesulitan (4) penyampaian hasil penyelidikan yaitu kelompok yang memiliki jawaban berbeda/ unik untuk menyampaikan hasil penyelidikan di depan kelas dan kelompok lain secara aktif menanggapinya (5) evaluasi proses pemecahan masalah yaitu guru memberikan penguatan terhadap materi dan bersama siswa menyimpulkan apa yang telah dipelajari.